Putri yang Sesungguhnya
“Jadi ..., saya harus bagaimana?“ Binar berkata lesu, dia baru saja kehilangan semangatnya untuk hidup.
“Kau hanya perlu didekatku. Aku akan melindungimu.“
“Bagaimana denganmu?“ Binar bertanya kepada Gibran dengan raut wajah yang berubah, sorot matanya terdapat sebuah kekhawatiran.
Gibran sendiri terkejut, mendengar Binar mengkhawarirkannya “Aku, baik-baik saja,“ kata Gibran
Tapi, Binar tidak melihat sorot kejujuran dari laki-laki itu. Binar tahu, dia berbohong.
“Anda berbohong tuan. Lebih baik, anda urus saja urusan tuan. Dan, urusan saya biar menjadi urusan saya,“ kata Binar. Kemudian dia melangkah pergi meninggalkan Gibran sendirian
“Binar, tunggu ....“
Binar membalikan badannya, lalu ber
Bab Populer