Dendam Sang Tumbal
Dalam keadaan terhuyung karena tanah yang mereka pihak bergetar, mata Rendra tetap menatap bunga Wijaya hingga senjata itu berhasil keluar.
Getaran yang mirip gempa itu semakin kuat. Soleh mengajak Rendra untuk segera keluar.
"Dalam hitungan ketiga, kita lompat saja. Satu, dua, tiga, lompat!" seru Soleh.
Mereka pun melompat, saat sampai di luar, patung itu pun melompat dan berubah menjadi harimau.
Soleh mundur, sementara Rendra lari tunggang langgang karena ketakutan. Harimau itu mengejar lelaki itu.
Hot Chapters