DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU
Setidaknya, sampai kakiku benar-benar sembuh.
Malam hari aku terjaga. Tidak bisa tidur dengan nyaman, setiap gerakan kecil terasa menyiksa. Kakiku masih terasa nyeri, dan posisi tidurku terasa tidak enak. Aku mencoba meraih gelas air di meja, tapi sialnya, jangkauanku tidak cukup.
Aku mendesah frustrasi.
Tanpa kusadari, Bang Fahad yang tadi tertidur di sofa bangun dan menghampiri. “Kenapa?” tanyanya, suaranya serak karena baru bangun tidur.