Biar Kutanggung Dosa Malam Itu
Kuhempaskan benda pipih ke kasur, mengacak-ngacak rambutku frustasi.
‘’Ndre, kamu sebenarnya di mana sih? Kenapa nggak pulang-pulang.’’
Mataku terasa mengantuk, tetapi pikiranku melayang entah ke mana. Bagaimana bisa aku tidur jika seperti ini? Bagaimana mataku bisa terpejam? Tapi aku harus istirahat mumpung bayiku masih terlelap, jadi kesempatan besar untukku beristirahat. Nanti dia malah terbangun membuat aku tak bisa lagi untuk istirahat dan pasti aku akan begadang menemani bayiku. Ya, tubuh dan pikiranku butuh istirahat, aku tak mau jika nanti malah drop karena tak ada waktu untuk istirahat. Aku harus memaksakan diri, bergegas aku merebahkan tubuh dan memaksakan mata untuk terpejam.
Bab Populer