PERTAMA UNTUK NAIMA
Memang ia juga yang meminta, supaya sahabatnya itu tidak terpaku hanya menemaninya saja.
“Yallahurobbi!” seru Naima, menutup bibirnya dengan beberapa jari, melihat nominal yang tertera di layar. Aplikasi berwarna biru itu menampilkan deret angka lebih dari 3 digit. Memang, ia tak pernah melihat saldo, karena hanya sering digunakan untuk mengisi paket data, ataupun membayar barang yang ia beli secara online. Jika tahu ia mempunyai banyak uang, tak akan ia jual rumah warisan orang tuanya. Tapi nasi sudah menjadi bubur, rasa sungkan dan idealismenya membuat ia kehilangan harta satu-satunya peninggalan orang tua.
Hot Chapters