SENDIAKALA
suaraku lembut, membalas kehangatan pelukannya.
“Alhamdulillah, Ibu juga sehat, Nak. Ibu kangen sama kamu.” Ciuman demi ciuman menghujani wajahku, membangkitkan rindu yang telah lama terpendam. “Ini siapa, Nak?”
“Ini Satya, Bu, anak dari majikan Bapak dulu,” jawabku pelan.
Satya tersenyum, sedikit canggung tapi hangat. “Em… kebetulan saya ada dinas di Jakarta, jadi saya antar Zahra ke sini dari desa,” katanya singkat.
Hot Chapters