Dia Tertidur Dalam Malam Abadi
Kenangan pun datang bergulung-gulung seperti ombak.
Saat SMA dulu, Niko dikenal sebagai orang yang dingin, jauh, tidak terjangkau. Setiap hari, laci mejanya penuh dengan surat cinta. Di lorong sekolah, selalu ada siswi yang pura-pura kebetulan lewat. Pernah suatu kali, seorang siswi bahkan menyusun bunga mawar membentuk hati besar di bawah gedung kelas untuk menyatakan cinta.
“Kak Niko, bagaimana kalau kamu pura-pura dekat dengan salah satu siswi?” Saran Ketua OSIS waktu itu. “Dengan begitu, siswi lain pasti akan mundur dengan sendirinya.”