Resep Rahasia Sang Pecundang
“Selamat menikmati aroma kegagalan, Bocah. Sementara kau bermain detektif, pasukanku sedang membeli jiwa dari kotamu.”
Sambungan telepon terputus.
Pada saat yang sama, jimat itu meledak dalam semburan energi senyap. Tidak ada suara, tetapi gelombang kejut spiritual menghantam seisi gudang.
Aroma cabai kering, kapulaga, dan cengkih yang tadinya begitu kaya dan hidup, tiba-tiba menjadi hambar dan mati. Seolah-olah seseorang telah menyedot jiwa dari setiap rempah di ruangan itu, meninggalkan ampas tak beraroma.
Hot Chapters