Kopi Pahit Di Tepi Sudiya
“Agama, bagaimana pun membuat kita bisa bertahan. Begitulah yang terjadi di negara ini saat ini. Kamu menganggap Tuhan tidak ada lagi. Baiklah, kalau begitu, Ra. Bisakah
sesaat saja, anggap saja Tuhan seperti sebuah harapan. Kalau ternyata ada, itu adalah hal bagus. Lebih bagus lagi, jika ternyata Tuhan adalah harapan yang bisa terwujud. Kalau ternyata tidak ada, ya sudah, tidak masalah. Tidak semua harapan kita bisa terwujud, akan tetapi hidup harus tetap berlanjut.”
Aku memandangi lampu-lampu kota lagi. Pendar sinarnya kekuningan dan seperti sedang meliuk-liuk.
Bab Populer