Our Destiny
"Awan-awan itu bergerak saling mendekat, seperti sebuah keluarga, dua awan besar mengapit satu awan kecil, mereka seperti Ayah, Ibu, dan anak. Kau tahu, aku begitu iri melihat mereka, aku juga ingin seperti mereka."
Bibir Taeyoong terkatup rapat mendengar kata-kata yang terlontar dari bibir bocah di sampingnya. Anak itu sontak mengingat kedua orangtuanya yang sudah pergi terlebih dahulu ke surga, meninggalkanya seorang diri.
"Ada apa? Apa aku salah bicara?" tanya Sean.
Hot Chapters