Pelukan Hangat Tuan Presiden
Sofia menarik napas panjang, mencoba meredam gemuruh di dadanya yang kian sesak. Ia menoleh sekilas pada Evan, menatap pria itu dengan sorot mata yang sarat akan permusuhan. "Tenang saja," sahut Sofia ketus, suaranya nyaris berupa desisan yang tajam. "Aku tidak akan pernah sudi meminta bantuanmu, apalagi sampai merepotkanmu."