Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Juta Semalam

Satu Juta Semalam

"apa aku semurah ini?" mata tajam itu menatap uang seratus ribuan sepuluh lembar di atas meja kecil. "bukankah sesuai dengan kesepakatan kita semalam? Satu juta untuk permaian mu semalam" "jadi hanya satu juta kamu menghargai pengalaman pertamaku?" "jujur saja, permainanmu masih kurang, perlu di asah kembali. Skill mu masih amatir, ciuman mu cukup" senyum gadis cantik bernama Lea yang sedang merapikan pakaiannya. Ardian berdiri tanpa memperdulikan miliknya yang masih bebas tanpa sehelai benang dengan tatapan tajam, merasa harga dirinya di injak injak. "stop, aku sudah tidak punya uang lagi untuk membayar jasamu tuan" tahan Lea sebelum Ardian mendekat. "hargaku satu juta dollar, bukan satu juta rupiah. Mau bayar cash atau transfer?" seringai licik Ardian. Lea membelalakkan kedua matanya tak percaya. "jangan memerasku tuan, aku tidak memiliki uang sebanyak itu" "jika tidak di lunasi, kita selesaikan di pengadilan" Ardian mengambil pakaiannya, memakainya dengan santai.
488 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Terlarang

Terjebak Cinta Terlarang

Danendra Sanjaya merasa tertarik pada seorang wanita cantik yang ditemuinya di kelab X. Danendra yang baru kembali dari luar negeri tidak tahu, wanita itu adalah Maharatu seorang aktris yang tengah bersinar. Sebagai seorang casanova cap kadal, Danendra tidak menyia-nyiakan kesempatan saat melihat Maharatu mabuk berat. Tanpa berpikir dua kali, Danendra membawa Maharatu ke hotel di dekat kelab. Maharatu yang mabuk mengira Danendra adalah Bagaskara--suaminya. Keduanya hampir saja terlibat ONS, tapi Maharatu menyadari kalau pria yang sedang mencumbunya bukanlah suaminya. Maharatu mendorong tubuh Danendra lalu bersembunyi di kamar mandi. Keesokan paginya Maharatu terkejut karena dia tertidur di samping Danendra. Buru-buru Maharatu melarikan diri sebelum Danendra bangun. Danendra yang kesal karena ditinggal kabur mencari tahu tentang Maharatu. Pria itu sempat mencibir saat tahu Maharatu hanyalah seorang istri kedua. Pertemuan kedua mereka menjadi titik balik Danendra yang semakin ingin menggali lebih dalam tentang Maharatu. Pasalnya dia bertemu Maharatu dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Wajah, leher, dan tubuh wanita itu penuh luka lebam. Bahkan dengan lantang Maharatu bilang Danendra hampir membuatnya mati. Keberuntungan berpihak pada Danendra, Bagaskara mencari bodyguard untuk menjaga istri keduanya itu. Alhasil Danendra menyamar menjadi bodyguard untuk Maharatu. Disini Danendra tahu kenapa Maharatu bersedia menjadi istri kedua yang menderita. Danendra bertekad akan melepaskan Maharatu dari cengkeraman Bagaskara dan membuat wanita itu merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dia rasakan sejak kecil. Terlebih saat Danendra dan Maharatu sudah saling jatuh cinta berbagai cobaan dan halangan merintang di hadapan keduanya. Mampukah mereka meraih kebahagiaan yang sejati? Lalu mampukah Maharatu lepas dari cengkraman Bagaskara yang kejam?
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
(Bukan) Menikahi Suamimu

(Bukan) Menikahi Suamimu

Camaraderie
“Dia adalah anakmu.” Deg! Wanita bergaun hitam itu mematung seketika. Menatap foto hasil USG dengan janin di dalam kantong rahim yang diserahkan oleh Darius padanya. “A--apa kau bilang?”Suaranya tergantung, merasakan pasokan udara di sekitarnya habis seketika sampai dadanya merasa sesak. Dia semakin mengepalkan tangannya sekuat tenaga, menggigit bibirnya kuat-kuat agar tangisannya tak pecah saat itu juga. Sakit yang didera olehnya bertahun-tahun kini semakin bertambah. Maniknya menatap bengis pria yang tengah menatapnya dengan penuh sendu. “Persetan!!! Kembalikan anakku, Biadab!!!” teriaknya nyaring, menerjang tubuh besar itu dan memukulinya sambil terus menangis menjerit, tak kuasa menahan rasa sedih dan terkejutnya. Bahkan dia yang baru saja pulih harus menyadari fakta yang terkuak. Menikahi pria beristri dan kini membunuh calon buah hatinya dengan tega. *** “Ceraikan saja suamimu itu, kau tak bisa berharap apa-apa darinya. Pria itu terlalu pengecut untuk menjelaskan kalau dirinya mandul.” Lakshmi mengangkat gelas kopinya, menyesapnya perlahan sambil menikmati pahitnya. Bahkan wanita yang duduk di depannya itu pun ikut tercengang. "Kau ingin merebutnya dariku bukan?" desisnya. Sontak pertanyaan itu membuat Lakshmi pun tergelak. Menertawakan pertanyaan bodoh itu sendiri. "Hah? Aku? Hahaha! Bahkan aku ingin melihatnya mati terpuruk," tekannya. Dia mengibaskan rambut panjangnya congkak. “Kenapa? Dia mencintaimu Lakshmi. Tak bisakah kau melihatnya?” “Mencintaiku? Aku tak pernah percaya cinta. Bahkan saat dia tega menikahiku di saat aku masih berusia belia.” Lakshmita Arjanti, wanita yang memiliki mimpi besar namun harus kandas karena pada akhirnya dia dijual melalui pernikahan dengan Darius Raymond Mahendra. Dendamnya yang mengakar semakin menambah rasa bencinya sendiri. Bagaimana dia membalaskan dendamnya di saat tahu kalau calon buah hatinya pun dikorbankan tanpa dia tahu?
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
570 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Abang dan Ayah selalu menyayangi kakak perempuanku dan membenciku. Ketika aku diganggu di sebuah pesta, pemimpin mafia Fendi Sucipto yang membantuku dan menyatakan bahwa aku adalah orang paling kesayangannya dan dia tidak akan membiarkan siapa pun yang menggangguku lagi. Fendi membelikanku sebuah kastil di tengah hutan, menanam tulip kesukaanku, dan mengadakan pernikahan di kastil yang menggemparkan seluruh negeri. Untuk sementara, aku menjadi bahan iri semua wanita! Saat hamil tujuh bulan, aku menghadiri pesta ulang tahun Ayahku dan tiba-tiba kebakaran besar. Ayah dan Abangku melindungi kakak perempuan melarikan diri. Aku hampir mati dalam kebakaran itu, tetapi Fendi menyelamatkanku. Ketika aku terbangun di rumah sakit, aku melihat pemandangan yang memilukan. "Siapa yang menyuruhmu menyalakan api?" Wajah Fendi muram. "Dia baru hamil tujuh bulan, dan kalian ingin membuatnya melahirkan prematur. Apa kalian ingin membunuh Linda dan bayi di dalam perutnya?" Abang dan Ayahku menjelaskan dengan suara pelan, "Leukemia Sanny tidak bisa ditunda. Dokter bilang dia perlu dioperasi sesegera mungkin, dan dia membutuhkan sumsum tulang belakang anak itu..." "Aku lebih mengkhawatirkan nyawa Sanny daripada kalian." "Kalau tidak, aku tidak akan menikahi Linda!" "Tapi kalian tidak bisa menyakiti Linda, aku punya rencana sendiri!" Fendi memperingatkan, "Menyelamatkan Sanny adalah tujuan kita, tapi kita tidak bisa mengabaikan hidup dan mati Linda demi menyelamatkan Sanny! Aku tidak akan setuju!" Aku buru-buru pergi dari tempat kejadian. Ternyata dia menikahiku bukan karena mencintaiku, tapi untuk menyelamatkan Kakakku! Ternyata dia baik padaku karena Kakakku. Ternyata dia sama dengan Ayah dan Abangku, menyukai Kakakku bukan aku. Karena tidak ada yang menyukaiku, aku akan pergi saja.
22.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
I'm Okay(ST Seven)

I'm Okay(ST Seven)

MoonHp
"PAPA SUDAH BILANG JAGA OLIVE! TAPI KAMU TIDAK BISA MEMBUKTIKANNYA! KAMU SELALU MEMBUAT ORANG-ORANG YANG SAYA SAYANGI TERLUKA!" Perlahan Rian mulai membuka ikat pinggangnya. Ia ingat jelas ketika mendiang istrinya—Rindu tertabrak mobil, karena menyelamatkan Sina. Ia juga mengingat Lili meninggal sebab melahirkan Sina. Luka yang Rian alami tak lain dan tak bukan adalah karena Sina—anaknya sendiri. SET! Sina memejamkan kedua matanya kala ikat pinggang itu mencambuk tubuhnya. Gadis malang itu mulai terduduk dengan tubuh gemetar hebat. "Jika Olive mati, papa tidak akan pernah memaafkan kamu!" "Saya bingung, kenapa Tuhan menghadirkan kamu di kehidupan saya!" "Pertama, Lili! Kedua Rindu dan sekarang Olive?" sentak Rian pada anak itu. "Kenapa kamu harus hidup dengan membawa kesialan?!" "KENAPA BUKAN KAMU SAJA YANG MATI!" Mendengar kalimat terakhir tangis Sina pecah. Ulu hatinya tiba-tiba merasa sakit. Dadanya mendadak sesak. PLAK! SEAT! Sina tidak melawan. Ia hanya bisa meringkuk mendapat perlakuan kasar dari ayah kandungnya sendiri itu. Hanya air mata yang bisa menerjemahkan tentang seterluka apa Sina saat ini. "I'm okay." Nyatanya kata-kata itu hanyalah kalimat palsu yang sering Sina tunjukkan. Selama ini Sina tidak baik-baik saja. Ia dihujam ribuan luka dan menyimpannya sendiri. Tak ada yang baik-baik saja kala semua orang membencinya. Tak ada yang baik-baik saja saat semua orang mengharapkan kepergiannya. Sina berharap lukanya berakhir. Namun, nyatanya luka itu terus datang dan membuat luka yang lainnya ikut menganga. Sinar Rembulan redup, sebab sulit bertahan dengan luka di dalam kesendirian. Tak ada tempat baginya untuk bersandar. Tak ada manusia yang memberikannya semangat atau motivasi. Sina kehilangan arah, saat ini gadis itu sudah sampai di puncak keletihan. Lalu harus bagaimana? Mengakhiri hidupn? Atau bertahan dengan luka yang tiada akhir?
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
Diam-diam Melahirkan Anak, Tuan Edmund Berlutut Memohon Rujuk

Diam-diam Melahirkan Anak, Tuan Edmund Berlutut Memohon Rujuk

Enam tahun lalu, dengan harga diri dan keteguhan hatinya, Claire Sullivan berhasil menaklukkan primadona Universitas Mandala, Edmund Harrington. Namun ia justru jadi sasaran hujatan, perempuan matre, pemburu harta, naik status lewat tubuh... Fitnah setajam pisau, ia menahannya demi cinta. Hingga suatu hari ia dituduh mencuri perhiasan Keluarga Harrington. Satu pertanyaan dingin dari Edmund menghancurkan seluruh harga dirinya. "Kalau tak punya uang, kenapa tak bilang padaku?" Ternyata, cinta yang melintasi batas kelas sosial memang ditakdirkan serendah sampah. Dia pun pergi dengan hati hancur, menghilang tanpa jejak. Enam tahun kemudian, saat mereka bertemu kembali, Edmund telah menjadi penguasa keluarga kaya yang berdiri di puncak tingkatan. Menggandeng tunangan dari kalangan sosialita, menggendong putra lima tahunnya, berkilau dan penuh sorotan. Sedangkan Claire, mahasiswi yang dikeluarkan kampus, menjadi pekerja rendahan yang berjuang di dasar kehidupan. Dari kejauhan menatap "keluarga bertiga" yang menyilaukan itu... Claire pun merasakan air mata getir yang datang terlambat enam tahun. Namun tatapan pria yang tajam bak elang itu, justru dengan tepat mengunci keberadaannya! Terutama karena raut mata dan alis bocah dalam pelukannya begitu mirip dengan Claire, hingga Edmund seketika kehilangan kendali! Di ruang ganti yang sempit, Edmund mencengkeram pinggangnya, napasnya panas membakar, ciumannya tergesa dan liar. "Kamu yang melahirkan Nora... kan?" Claire hanya ingin benar-benar melarikan diri dari dunia Edmund. Namun pria yang dulu tak terjangkau itu, justru jatuh gila demi dirinya! Bersikap manja, pura-pura sakit, melakukan apa saja tanpa batas... Bahkan pada hari pernikahan Claire, pria itu bertindak kasar dan merebutnya pergi! "Edmund, cukup!" "Claire, kumohon... beri aku satu kesempatan untuk menebus kesalahanku." Dulu, dengan tangannya sendiri, Edmund menghancurkan harga diri dan cinta Claire. Kini, Edmund berlutut, sedikit demi sediki
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
Melepas Cintaku Demi Cintamu

Melepas Cintaku Demi Cintamu

"Rena, aku akan selalu mencintaimu!" desah Jeremy tak tertahankan. Tepat saat dia hampir mencapai klimaks, ponselnya tiba-tiba bergetar. Dalam kondisi seperti itu, tentu saja dia mengabaikannya. Namun tak lama kemudian, layar ponselnya menyala. Begitu Jeremy melihat nama yang tertera, tubuhnya langsung menegang. Rena mendengarnya mengangkat telepon dan berkata, "Halo?" Di tengah sunyinya malam, suara dari ponsel terdengar sangat jelas, "Jeremy, kamu tahu nggak ... Nadia ...." Jeremy buru-buru memotongnya dengan suara rendah dalam bahasa asing, "Kecilkan suaramu, ini bukan waktu yang tepat." Lawan bicaranya langsung berganti bahasa, tetapi suaranya tetap terdengar keras, "Hasil pemeriksaan rumah sakit sudah keluar. Nadia kena kanker stadium akhir. Hidupnya tinggal sebulan! Dia ingin jadi istrimu. Kamu bisa nggak kabulkan keinginan terakhirnya sebelum dia pergi?" Ekspresi Jeremy langsung berubah drastis. "Apa?! Tunggu aku!" Setelah menutup telepon, dia menoleh ke Rena dan berkata dengan lembut, "Rena, aku ada urusan penting, harus keluar sebentar. Kamu istirahat saja dulu, nanti aku segera balik." Tanpa menunggu jawaban darinya, Jeremy buru-buru pergi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian. Dia meninggalkan rumah tanpa menoleh sedikit pun. Sesaat kemudian, layar ponsel Rena menyala. Ternyata pesan dari Nadia. [ Rena, kamu kalah. Dari dulu aku sudah bilang, Jeremy itu milikku. ] Tepat di bawahnya, ada pesan lain yang dikirim tiga hari lalu. [ Kalau aku kena kanker, menurutmu Jeremy bakal ninggalin kamu buat datang ke aku nggak? Aku yakin dia pasti datang. ] Tatapan Rena perlahan terangkat dari layar ponsel ke arah pintu kamar yang masih terbuka. Jeremy tidak tahu, dia sudah lama belajar bahasa asing itu. Seluruh percakapan tadi, didengar dan dipahaminya dengan jelas. Sejenak kemudian, wajah Rena menyunggingkan senyuman yang begitu pahit dan menyedihkan. "Iya ... aku memang kalah ...."
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
Dia Gampang Dibujuk

Dia Gampang Dibujuk

Tunanganku, Arthur Kusnandi, adalah seorang bos mafia yang memerintah seluruh dunia mafia negara ini dengan tangan besi. Di mata orang-orang, dia adalah perwujudan kekuasaan. Namun di mataku, dia adalah perwujudan cinta. Hanya saja, aku tidak pernah menyadari harga apa yang harus dibayar untuk mencintai pria seperti dirinya. Pada hari Valentine, aku memasak sendiri hidangan yang paling disukai Arthur dan menunggunya pulang ke rumah. Waktu terus berlalu, tetapi kursi Arthur tetap kosong. Dengan perasaan gelisah, aku akhirnya membuka beranda media sosial adik angkatnya, Bella Atmaja. [Mau memuji seseorang. Aku cuma bilang aku kesepian, eh dia langsung datang.] [Bahkan ketika aku nggak sengaja menumpahkan anggur ke tubuhnya, dia sama sekali nggak keberatan. Arthur memang orang yang selalu menempatkan keluarga di urutan pertama. Meski kekasihnya diabaikan, dia tetap nggak pernah mengecewakanku. Terus pertahankan seperti ini.] Di dalam foto itu, bagian pinggang kemeja Arthur basah kuyup. Sapu tangan di tangan Bella bergerak dengan berbahaya di area paling intim tubuh pria itu. Arthur tidak menghindar. Dia hanya menatap Bella dengan tatapan penuh kasih dan memanjakan. Aku tidak membuat keributan apa-apa. Aku hanya memberi tanda suka pada unggahan Bella itu. Kemudian, aku mengirim pesan kepada Arthur. [Kita putus saja.] Seperti biasanya, Arthur mengabaikan pesan itu. Belakangan barulah aku tahu, saat pesan putusku muncul di ponselnya, Arthur hanya merespons dengan nada santai. "Valerie Winata nggak mungkin bisa hidup tanpa aku. Dia cuma lagi ngambek, hanya pura-pura doang kok. Kalau dibiarkan beberapa hari, dia akan kembali sendiri ke sisiku. Dia itu memang gampang dibujuk." Arthur tidak tahu, selama ini aku mudah dibujuk hanya karena aku mencintainya. Namun setelah aku memutuskan untuk pergi, tidak peduli bagaimana Arthur berusaha membujukku, dia tidak akan pernah lagi bisa membuatku kembali.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
Catatan Usang

Catatan Usang

“Dek, tolong catat semua hadiah yang udah aku kasih ke kamu. Bonnya ada di tasku!” “Catat lagi?” “Iyalah kita harus menghemat. Pengeluaran dan pemasukan harus ada notanya. Tidak boleh kita pakai berlebihan sehari hanya boleh 70 ribu. Tidak boleh lebih.” Tak ada sahutan dari istriku malah menatap lurus dengan pandangan kosong. Aku mendekat untuk memastikan dia mendengarnya atau tidak. “Kau dengar tidak, Dek?” Baru saja kau ingin menyentuh pundaknya. Prily sudah lebih dahulu berjalan menghindar. “Hmm,” sahutnya tak acuh. Bahkan barang-barang yang kuberikan sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita saja dia abaikan. Bukankah dia pernah bilang menginginkan long dress dengan berwarna merah muda dengan aksen renda. Sudahlah aku repot-repot memesannya diam-diam lewat market place online. Prily justru membiarkan gamis beserta coklat yang kupesan khusus untuknya tergeletak di meja. Ck, kenapa perempuan susah sekali dimengerti. Sungguh membuatku frustrasi saja. Lebih baik bermain game dari pada terus memikirkan hal-hal yang hanya memancing emosi. ~ Di sore hari Prily biasanya akan berdiri di atas balkon. Aku sudah hafal dengan kebiasaannya. Kamar kami mengarah ke lapangan, yang biasa dipakai anak-anak kompleks untuk bermain di pagi dan sore hari. Prily tak pernah melewatkan melihat canda tawa mereka di balik jendela, barang sekali. “Mau sampai kapan berdiri di situ,” tanyaku sembari memakai kaus lengan pendek, lalu mengeringkan kepalaku dengan handuk. Prily segera mendekat lalu tangannya begitu cekatan menggosokkan handuk itu ke kepalaku. “Padahal aku punya hair dryer loh, Mas bisa pakai kalau mau.” “Kamu saja yang pakai, aku tidak perlu lah. 10 menit juga kering.” Mampukah Prily bertahan dalam pernikahannya dengan Arjuna yang serba perhitungan? atau memilih pergi saat cinta pertamanya? Dia Akbar, pria kaya raya, yang ia kira telah lama mati, justru hadir kembali.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai stop bilang noted
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
303132333435
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status