Suami Cacatku Ternyata Sultan
ucap Ibu tersebut sambil menujuk sebuah bangku tak jauh dari tempat duduk Gerry.
"Makasih, Bu," ucap Gerry singkat.
Gerry sama sekali tak memperhatikan dengan siapa ia berbicara karena pandangannya hanya lurus kedepan ke arah kaca tempat Vani di rawat.
"Andai suami saya seperti Mas, mungkin saya akan beruntung. Sedangkan suami saya, saat saya koma, dia malah main gila dengan sepupu saya. Dia ninggalin saya dan nelantarin buah hati kami di panti asuhan. Sedih, sesek yang saya rasakan saat ini. Sekarang, saya cuma terkapar tak terurus di ruangan sana," lirih ibu tersebut sambil menunjuk sebuah ruangan.