Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Because Its You

Because Its You

ucapku Jangan pernah menyesal San jika mulai detik ini aku pun juga tak akan memikirkan perasaanmu karena mulai detik ini aku hanya akan memikirkan perasaan ku sendiri, jadi jangan pernah menyesal karena semua ini juga atas perintahmu yang keluar dari mulut mu sendiri. Jika kau bisa maka aku pun harus melakukan hal yang sama bukan ????. Pov......................... -TBC-
2.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
JUST WANNA BE WITH YOU

JUST WANNA BE WITH YOU

Suaraku pelan sekali. Bisa kurasakan pandangan kedua pria di depanku menajam. Aku berkata lagi, “Kenapa semua ini terjadi adalah karena perbuatanku. Akulah penyebabnya.” Mungkin memang aku harus mengakuinya dengan terang-terangan. Dan ini sakit sekali. Aku menarik napas, “Jangan menyela ucapanku dulu,” ucapku tahu mereka akan berkomentar.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
I'm On You

I'm On You

Semoga Allah SWT memudahkan urusan kamu dan melapangkan rezeki kamu, amiin. Saya menyatakan sudah menyesal menulis cerita dengan isi penuh dosa dan saya bertaubat pada Allah SWT dari pada ini. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua, amiin.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
MEETING YOU

MEETING YOU

Ia mengambil ponsel miliknya dan menatap pesan dari Zay. [Aku jemput nanti ya.] - pesan Zay. 'Apa akan baik-baik saja?' balas Bilqis. [Tenang, semuanya akan baik-baik saja. Kedua orang tuaku tidak akan marah, karena kamu adalah rekan bisnis dan pemegang saham di perusahaan kami.] - pesan Zay lagi. 'Baiklah, sayang. Aku tunggu.' balas Bilqis. [Aku jemput pas pulang kantor. Terus nanti kita jalan-jalan sebentar.] - pesan Zay.
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Be My Friend

Be My Friend

cicit Anne. "Hah? Enggak kayak biasanya, Nee. Biasanya lo paling percaya diri kan kalau ada tampil-tampilan gini," kata Naya bingung. "G—gue juga enggak tahu, Nay," gumam Anne. "Kalau lo enggak enak badan, kita ke UKS aja ya," tawar Naya. "Eh, jangan, Nay. Gue enggak mau ngerepotin kalian, lagian vokal utama nya kan gue," tolak Anne.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Beside You

Beside You

Bela Radit. Mia malu karena ternyata itu salahnya sendiri. "Sama aja," Mia tidak mau mengakui kalau itu salahnya di depan Radit. Mia berjalan mendekati Radit dan motornya yang sudah terparkir disana. "Aku nerima ajakanmu karena hari ini aku kesiangan," Mia membela diri dengan malu-malu. Radit hanya tertawa kecil mendengar pembelaan diri Mia.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Because You Are Mine

Because You Are Mine

tegas Adel setelah mendengkus kesal, kemudian dia berjalan meninggalkan lokasi membosankan itu. ***** TO BE CONTINUED
9.92.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Into You

Into You

Kemudian, Brian melangkahkan kakinya untuk masuk kembali ke dalam restoran. “Mau sampai kapan lo lari, Bri? Mau sampai kapan lo cinta sama orang yang udah enggak bisa lo gapai? Mau sampai kapan lo nyakitin diri lo dengan enggak jujur sama perasaan lo sendiri? Accept it, Bri! Lo sedih, lo putus asa, dan enggak ada yang salah sama perasaan itu. Your life must go on, Brian!”
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Be My Wife

Be My Wife

Bab 54 Pagi-pagi sekali Lovita sudah siap. Ia berdandan secantik mungkin. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja dan bergabung menjadi tim tata rias Best TV. Lovita nggak mau tampil malu-maluin di hari pertamanya ini. Apalagi kesan pertama adalah penentu segalanya.
1012.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Because the Baby

Because the Baby

"Bu Siti boleh keluar, pasti masih banyak kerjaan untuk besok, kan? Aku nggak apa." Wanita paruh baya itu mengangguk dan segera pergi tanpa menjawab setelah mencium gemas pipi gembul baby Zoe. "Hay, Baby Zoe minum susu dulu ya. Besok kamu bakalan ketemu sama Ayah," kekehnya pelan. Beberapa hari mengurus bayi tersebut, Nena sedikit mulai paham. Dia yang awalnya menggendong dengan begitu kaku menjadi agak luwes walau masih terlihat mengerikan.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status