Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Because Its You

Because Its You

ucapku Jangan pernah menyesal San jika mulai detik ini aku pun juga tak akan memikirkan perasaanmu karena mulai detik ini aku hanya akan memikirkan perasaan ku sendiri, jadi jangan pernah menyesal karena semua ini juga atas perintahmu yang keluar dari mulut mu sendiri. Jika kau bisa maka aku pun harus melakukan hal yang sama bukan ????. Pov......................... -TBC-
2.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
JUST WANNA BE WITH YOU

JUST WANNA BE WITH YOU

Suaraku pelan sekali. Bisa kurasakan pandangan kedua pria di depanku menajam. Aku berkata lagi, “Kenapa semua ini terjadi adalah karena perbuatanku. Akulah penyebabnya.” Mungkin memang aku harus mengakuinya dengan terang-terangan. Dan ini sakit sekali. Aku menarik napas, “Jangan menyela ucapanku dulu,” ucapku tahu mereka akan berkomentar.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Because You Are Mine

Because You Are Mine

“Kamu kenapa, Bang?” “Ah, tidak apa-apa! he he he.” ***** TO BE CONTINUED
9.92.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
I'm On You

I'm On You

Semoga Allah SWT memudahkan urusan kamu dan melapangkan rezeki kamu, amiin. Saya menyatakan sudah menyesal menulis cerita dengan isi penuh dosa dan saya bertaubat pada Allah SWT dari pada ini. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua, amiin.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
MEETING YOU

MEETING YOU

Ia mengambil ponsel miliknya dan menatap pesan dari Zay. [Aku jemput nanti ya.] - pesan Zay. 'Apa akan baik-baik saja?' balas Bilqis. [Tenang, semuanya akan baik-baik saja. Kedua orang tuaku tidak akan marah, karena kamu adalah rekan bisnis dan pemegang saham di perusahaan kami.] - pesan Zay lagi. 'Baiklah, sayang. Aku tunggu.' balas Bilqis. [Aku jemput pas pulang kantor. Terus nanti kita jalan-jalan sebentar.] - pesan Zay.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Be My Friend

Be My Friend

cicit Anne. "Hah? Enggak kayak biasanya, Nee. Biasanya lo paling percaya diri kan kalau ada tampil-tampilan gini," kata Naya bingung. "G—gue juga enggak tahu, Nay," gumam Anne. "Kalau lo enggak enak badan, kita ke UKS aja ya," tawar Naya. "Eh, jangan, Nay. Gue enggak mau ngerepotin kalian, lagian vokal utama nya kan gue," tolak Anne.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Beside You

Beside You

Bela Radit. Mia malu karena ternyata itu salahnya sendiri. "Sama aja," Mia tidak mau mengakui kalau itu salahnya di depan Radit. Mia berjalan mendekati Radit dan motornya yang sudah terparkir disana. "Aku nerima ajakanmu karena hari ini aku kesiangan," Mia membela diri dengan malu-malu. Radit hanya tertawa kecil mendengar pembelaan diri Mia.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Because the Baby

Because the Baby

"Bu Siti boleh keluar, pasti masih banyak kerjaan untuk besok, kan? Aku nggak apa." Wanita paruh baya itu mengangguk dan segera pergi tanpa menjawab setelah mencium gemas pipi gembul baby Zoe. "Hay, Baby Zoe minum susu dulu ya. Besok kamu bakalan ketemu sama Ayah," kekehnya pelan. Beberapa hari mengurus bayi tersebut, Nena sedikit mulai paham. Dia yang awalnya menggendong dengan begitu kaku menjadi agak luwes walau masih terlihat mengerikan.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Yours

Yours

Brian berkata dengan nada datarnya. “Berarti lo bisa termasuk diantaranya.” Azka menyambung perkataan dengan santai. “Maybe.” Brian mengangkat bahunya santai, “saat ini lo harus mencurigai semuanya karena kita nggak tahu siapa yang akan menusuk lo dari belakang.”
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Before You Leave

Before You Leave

kata Aya Aya sudah sampai di tempat kerjanya. mulai bekerja demi mencari uang untuk kehidupan sehari-hari nya. ia sudah lama hidup sendiri, namun sayang sekali belum bisa berdamai dengan diri sendiri. ia tetap menjalani hari seperti biasa seperti orang normal lainnya. yah walau pikirannya sangat berisik, tak apa ia bisa melewati ini semua. "everything will be okay. " monolog Aya
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai be you
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status