Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Pacarku meninggal karena sakit. Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia menitipkan satu-satunya adik lelakinya, Dilan Pratama, kepadaku. Aku membiayai kuliahnya hingga lulus, bahkan membantunya mendirikan perusahaan. Namun, suatu malam, setelah dia pulang dari jamuan dan mabuk berat, kami justru berakhir di ranjang yang sama. Saat aku masih diliputi kebimbangan tentang hubungan kami, pandanganku terhenti pada sebuah foto diriku yang dia pajang di meja kerja. Di sampingnya, tergeletak sebuah cincin pertunangan. Hatiku bergetar hebat. Dengan perasaan penuh harap, aku mendorong pintu ruang istirahat untuk mau membicarakan hubungan kami. Namun, begitu pintu terbuka, sebuah kamisol putih jatuh tepat di kakiku. Aku tertegun di tempat. Sementara Dilan buru-buru menyelimuti tubuh asisten wanitanya yang panik. "Riana, nggak bisakah kamu mengetuk pintu dulu?" Wajahku mendadak pucat. Aku melangkah mundur dengan kikuk, tetapi langkahku tertahan oleh suara pelan sang asisten. "Kak Riana, bisa tolong ambilkan pakaianku?" Aku tidak memedulikan sorot permusuhan di matanya. Sambil berusaha menutupi kegugupanku, aku melemparkan pakaiannya ke tempat tidur, lalu buru-buru melarikan diri. Begitu keluar dari gedung perusahaan, ponselku berdering. Peneleponnya adalah Dilan. "Kak Riana, lain kali jangan seenaknya membuka pintu kamarku." Aku hanya tertawa kecil dan mengiyakan. Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi melangkahkan kaki ke dalam dunianya.
Short Story · Romansa
4.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Di tengah jamuan makan malam keluarga, aku baru mengetahui fakta pahit bahwa sahabat masa kecilku, lelaki yang seharusnya tumbuh besar bersamaku, telah melepaskan peluang emas untuk naik pangkat di Distrik Militer Utara demi sepupuku, Ajeng Hidayat. "Nilai ujian Ajeng hanya cukup untuk masuk universitas lokal. Kebetulan kondisi kesehatan Bibi juga sedang menurun, jadi aku sudah membantu mengubah data pendaftaranmu. Kita semua akan tetap tinggal di sini," ucapnya santai. Ibuku pun menimpali dengan nada yang sama mendesaknya, "Benar, Nak. Ibu sudah berjanji pada pamanmu untuk menjaga Ajeng, jadi kamu juga harus membantu Ibu merawatnya. Lupakan saja soal kampus papan atas itu, nggak ada gunanya. Toh, nanti setelah menikah dengan Rangga, kamu juga akan ikut dia bertugas." Belum sempat aku mengeluarkan sepatah kata pun, mata Ajeng mulai berkaca-kaca. Air matanya jatuh dengan begitu dramatis. "Semua ini salahku yang nggak berguna. Ayah dan Ibu sudah tiada, sekarang aku malah membebani Kakak sampai dia nggak bisa kuliah di universitas impiannya. Sebaiknya kalian pergi saja, aku bisa menjaga diriku sendiri." Begitu air mata itu jatuh, Rangga dan ibuku langsung panik. Mereka sibuk menghibur dan menenangkannya seolah dialah pusat semesta. Tanpa suara, aku bangkit dan kembali ke kamar. Di detik terakhir sebelum batas waktu pendaftaran ditutup, aku mengubah kembali pilihan Universitas Adiwangsa. Sejujurnya, keinginanku ke sana bukan hanya agar bisa dekat dengan Rangga. Dulu, aku hanya ingin melewati setiap hal bersamanya. Berjalan beriringan di bawah satu payung hingga rintiknya membasahi rambut kami yang memutih oleh usia, sebuah janji untuk menua bersama. Akan tetapi, sekarang, siapa pun yang berdiri di sampingku saat hujan turun tak lagi jadi masalah. Hanya tempat itu yang tetap harus kudatangi.
Short Story · Romansa
1.2K viewsCompleted
Read
Add to library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Delapan mahasiswa—Hileon, Bagas, Alvaro, Alex, Aruna, Embun, Pelangi, dan Bulan—menjalani KKN di Desa Sendang Pitu, desa sunyi yang diselimuti kabut dan larangan misterius. Warga hanya berpesan satu hal: jangan keluar malam, dan jangan mendekati sendang. Namun pada malam pertama, terdengar tembang sinden yang indah sekaligus menyesakkan dada. Suara itu datang tanpa wujud, memanggil tanpa nama. Malam demi malam, teror dimulai. Alex menghilang, Bulan berbicara dengan suara asing, dan Aruna menari mengikuti irama yang tak terdengar. Di balik tembang itu tersembunyi Sinden Ghaib, arwah perempuan yang mati terkhianati dan menuntut pengganti. KKN ini bukan kebetulan—mereka dipilih. Saat rahasia desa terungkap, satu pertanyaan menghantui mereka siapa yang akan pulang dan siapa yang harus tinggal selamanya.
Horor
414 viewsOngoing
Read
Add to library
Malam di Rumah Tanpa Nama

Malam di Rumah Tanpa Nama

Eh, kok... ini beda sama kita?” bisik Sinta dengan suara gemetar. Keempatnya menatap ke dalam cermin. Mereka melihat bayangan diri mereka, tetapi wajah mereka dalam pantulan itu... penuh luka, dengan mata kosong yang memancarkan kebencian.
Horor
609 viewsOngoing
Read
Add to library
Tawanan Hasrat Raja Lingga

Tawanan Hasrat Raja Lingga

Setiap kali Zhiya terlelap, tubuhnya jatuh ke dunia lain—ke dalam pelukan Lingga, sang raja yang seolah menunggu di ujung antara mimpi dan kematian. Dalam mimpi itu, sentuhannya terasa nyata. Panas. Memabukkan. Seolah maut pun tak mampu memisahkan mereka. Namun cinta di antara dua dunia bukanlah anugerah, melainkan kutukan. Untuk memecahkannya, mereka harus menyatu—dan memilih satu dunia untuk bertahan. Ketika fajar menuntut keputusan, Zhiya tahu… pada akhirnya ia harus kembali ke dunianya. “Apa yang kau inginkan dariku…?” suara Zhiya nyaris tidak terdengar. Lingga menatap wajahnya dari jarak yang begitu dekat hingga Zhiya dapat merasakan panas napasnya menyentuh kulit. “Aku ingin memastikan kau tetap nyata di sini,” bisiknya. “Aku ingin memastikan kau tidak lenyap lagi, Yu Zhiya.” Tangannya menyentuh garis rahang Zhiya, lalu menelusur perlahan ke bawah—hangat, lembut, namun mengandung kekuatan yang mampu mengikat jiwa. Dan ketika Zhiya membuka matanya kembali, ia sudah tidak berada di istana itu lagi. Hanya napasnya yang masih bergetar, hanya detak jantungnya yang masih mengingat bentuk pelukan itu. Saat ia kembali ke dunianya, dalam pameran itu— nama Lingga. Raja yang hilang dari peradaban ribuan tahun lalu. [MATURE 21+]
Zaman Kuno
3.1K viewsOngoing
Read
Add to library
Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik

Setelah Si Putri Palsu Dibunuh Penculik

Semua bermula ketika aku dibawa kembali ke Keluarga Andaru. Di saat yang sama, putri palsu di keluarga itu memilih untuk terjun ke laut dan memalsukan kematiannya. Seketika, dunia berbalik menyerangku. Semua orang menudingku sebagai penyebab kematiannya. Hanya suamiku, Arya Baskara, yang tetap berdiri kokoh di sisiku. Aku sempat terbuai, mengira dia benar-benar mencintaiku. Hingga suatu malam, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan temannya. "Saras akan segera kembali. Apa rencanamu terhadap istrimu di rumah?" Suara Arya terdengar begitu dingin saat menjawab, tanpa sedikit pun kehangatan. "Bagaimana mungkin aku jatuh cinta padanya? Dia sudah menyiksa Saras sampai mati. Aku mendekatinya cuma buat balas dendam dan menghancurkan hidupnya." Tak lama kemudian, aku diculik. Saat para penculik menelepon Arya untuk meminta tebusan dan mengancam akan membunuhku, dia sedang sibuk menggelar pesta penyambutan yang mewah untuk kepulangan kekasih hatinya. Dia bahkan tidak sudi membuang waktu untukku. "Kalau mau bunuh, lakukan saja sekarang! Setelah mati, buang saja mayatnya ke laut untuk jadi makanan hiu!" cetusnya ketus. Akhirnya, keinginannya terkabul. Jantungku ditikam dan tubuhku dilempar ke laut dalam untuk dimangsa ikan. Akan tetapi, rambut pria itu justru mendadak memutih dalam semalam karena penyesalan yang tak berujung.
Short Story · Romansa
504 viewsCompleted
Read
Add to library
REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

REKAMAN DESAH DARI SEKRETARIS SUAMIKU

Aku mempercayai suamiku walaupun dia berubah lima bulan belakangan ini. Namun, sebuah pesan yang berisi video penuh suara desah, menyadarkanku. Ini bukan hanya perubahan biasa. Suamiku ada main dengan perempuan yang disimpan dalam kontak sekretaris di ponselnya! 
Rumah Tangga
1019.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Setiap pukul nol nol dini hari, studio radio tempat Ardian Sagara dan Raina Mahesa bekerja dipenuhi aroma pandan yang lembut dan aneh, karena tak seorang pun membawa bunga atau daun pandan. Awalnya mereka mengira hanya halusinasi karena lelah siaran malam. Namun ketika suara perempuan samar menyusup lewat setiap kesempatan dan menyebut satu nama “Mei Lin...” hidup Ardian tak pernah sama lagi. Aroma itu bukan sekadar wangi. Ia adalah panggilan dari arwah seorang gadis Tionghoa yang mati tragis dua puluh tahun lalu, terkubur tanpa nama di taman liar tempat pandan tumbuh. Mei Lin tak ingin menakuti siapa pun, ia hanya ingin ditemukan dan dimakamkan dengan layak. Tapi untuk mencapainya, ia mengikat nyawa gadis yang disukai Ardian sebagai jaminan. Demi menyelamatkan keduanya, Ardian harus menelusuri misteri masa lalu yang kelam. ritual keluarga, perjanjian darah, dan sebuah cermin yang menjadi penjara arwah. Di antara bisikan malam dan suara siaran yang tak pernah berhenti, Ardian belajar satu hal, tidak semua arwah datang untuk menakuti, sebagian datang untuk menuntaskan kisah yang belum sempat diakhiri. “Dan malam itu, di balik aroma pandan yang lembut, suara itu berbisik... "Tolong, selamatkan aku.’” Bagaimana ceritanya, yuk baca terus novelnya hingga tamat. Happy Reading
Horor
10794 viewsOngoing
Show Reviews (16)
Read
Add to library
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Read All Reviews
Istri Bayaran Presdir Angkuh

Istri Bayaran Presdir Angkuh

Ericka Ghaniya
"W-wanita bayaran?" tanya Nadin dengan suara gemetar. "Ya. Kau harus melakukan apapun yang aku perintahkan," balas Adam dengan suara baritonnya. "Kenapa harus menjadi wanita bayaran? Kenapa Anda tidak menikah saja? Aku tidak mau!" Mentah-mentah, Nadin menolak tawaran itu. "Pikirkan kembali jawabanmu itu. Apa kau tidak kasihan pada Ibumu yang sedang sekarat?" Nadin dengan terpaksa menyetujui kontrak pernikahan dengan pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Demi mendapatkan biaya untuk pengobatan operasi ibunya yang tengah sekarat di rumah sakit. Namun siapa sangka bahwa pria itu ialah orang yang sangat berpengaruh dan berkuasa di negeri ini. Benih-benih cinta tumbuh didalam hatinya. Tapi sayangnya, cinta di masalalu Pria itu kembali muncul dan berusaha merebut sesuatunya lagi dari dirinya. -Instagram: eghania_ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ
Rumah Tangga
101.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta Beda Usia

Cinta Beda Usia

Aku seorang janda. Malam itu, dalam keadaan setengah sadar, aku berniat pergi ke kamar mandi, tapi aku menemukan pintu kamar putraku yang berusia 18 tahun sedikit terbuka. Dari dalam, terdengar suara napas terengah-engah yang samar ….
Short Story · Gairah
21.4K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
1415161718
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status