Ambil Saja Suamiku
“Jangan bohong, mami itu yang melahirkan dan membesarkan kamu. Tahu kamu lagi berbohong, jujur, kecewa dan sakit hati. Kamu ada hati dengan dia, ngaku aja.”
“Ada hati boleh aja Mih, yang penting bukan cinta.”
“Jangan juga mencoba merebut atau mendoakan rumah tangga Luna dan suaminya berantakan.”
“Nggaklah bu, mana mungkin.”
“Hah,” Sadam menghela nafas, ia mencoba memahami diri dan perasaannya. Apa mungkin ia memang benar suka pada Luna.
“Luna Wijaya, aku tidak ada perasaan lain apalagi cinta padanya,” gumam Sadam mensugesti dirinya sendiri.
Bab Populer