Sweet Coffee
Laki-laki itu tersenyum lebar lantas menghampiriku, “Carissa! Lama tidak bertemu denganmu.”
Aku terdiam di tempat dengan pandangan tidak beralih dari laki-laki di depanku, “H-He-Henry? Apa yang kamu lakukan disini? Eh, tidak– maksudku, kamu pemilik Kafe Mandellin?! Serius?!” mataku melotot tidak percaya dengan orang di depanku.
Henry tersenyum lebar, “itu benar.”
Masih dengan rasa tidak percaya, aku mengangguk, “aku tidak pernah berpikir kalau kamu pemilik Kafe Mandellin. Lalu bagaimana dengan lukamu?”
Bab Populer