LOGINCrystal Gu seorang mahasiswi teladan di salah universitas ternama di kota Qing yang tanpa sengaja harus terlibat ‘one night stand’ dengan salah seorang dosen muda yang terkenal dingin dan menakutkan di universitas tempatnya menempuh pendidikan, yang akhirnya membawa mereka terlibat dalam hubungan yang tidak pernah dia maupun sang dosen bayangkan sebelumnya.
View MoreLi Jingyan masih duduk di hadaoan dua orang berseragam hitam.Keangkuhan masih terpampang jelas di wajah tuanya, dan kepercayaan diri, sama sekali tidak menghilang dari wibawa yang di milikkinya.“Li Jingyan, semua bukti sudah kami milkki, jadi apa kau tidak akan mengakuinya?” Kata salah seorang polisi yang ada di hadapannya.“Jika kalian memang memiliki bukti,” seringainya menyandarkan tubuhnya ke kursi, “Maka kalian tidak akan mungkin membiarkan aku tetap di sini.”Tepat di saat itu, pintu ruang interogasi di ketuk dan petugas Yan memanggil kedua orang itu untuk keluar bersamanya.“Li Jenny dan Li John sudahmembawa bukti yang kita perlukan,” katanya memberikan sebuah flash disk dan dan juga setumpuk dokumen, “Jadi buat dia mengakui segalanya dan akhiri ini dengan cepat,” tegas petugas Yan yang tidak lagi ingin berlarut larut dalam permainan orang kaya dalam perebutan kekuasaannya.“Baik, bagaimana dengan bukti mengenai kecelakaan keluarga Gu?” tanya salah satunya ragu.“Ada di sini,
Pagi itu, udara di luar jendela terasa lebih dingin dari biasanya. Kabut tipis masih menyelimuti area kediaman keluarga Gu saat Crystal duduk di meja makan, ditemani secangkir kopi yang sebenarnya sama sekali tidak dia disentuh. Matanya menatap kosong ke luar jendela, tetapi pikirannya sibuk merancang strategi. Sebuah strategi yang bisa menghancurkan Li Jingyan dan seluruh pendukungnya dalam satu pukulan.Beberapa dokumen yang masih berserakan terbuka di hadapannya, termasuk salinan surat kuasa dan jadwal rapat darurat yang akan diadakan pagi ini. Di sudut ruangan, yang tidak jauh dari tempat Crystal duduk, Felix sudah berdiri dengan siap untuk menerima perintah apa pun yang Crystal katakan."Apa semuanya sudah sesuai dengan yang di rencanakan?" tanya Crystal tanpa mengalihkan pandangan dari berkas-berkas di tangannya.Felix mengangguk cepat. "Sudah, Nona. Semua anggota dewan telah menerima pemberitahuan. Ruang rapat sudah disterilkan, keamanan ditingkatkan sesuai instruksi, dan para
Saat itu, Jason dan Felix berdiri di kedua sisi ujung lorong sempit, menghalangi satu-satunya jalan keluar bagi Zhang Wei. Napas Zhang Wei terdengar kasar, matanya bergerak gelisah, mencari celah untuk melarikan diri. Namun, Jason dan Felix tidak memberinya kesempatan. Felix, yang berdiri di hadapan Jason dan Zhang Wei, tiba-tiba menangkap sesuatu dari sudut matanya. Sekelompok pria berpakaian hitam tengah mengawasi mereka dari kejauhan, bersembunyi di balik bayangan gedung tua yang remang. Mata Felix menyipit, karena dia bisa segera menyadari maksud mereka. Dengan nada tajam dan sedikit mengancam, Felix menatap Zhang Wei. “Kau lihat itu?” ujarnya seraya menganggukkan kepalanya ke arah pria-pria mencurigakan itu. “Kau masih di sini, tapi mereka sudah bersiap untuk melenyapkanmu.” Zhang Wei menggeleng dengan ekspresi penuh ketidakpercayaan. “Tidak mungkin! Li zong tidak akan menghabisiku begitu saja. Aku punya terlalu banyak rahasia. Aku tahu setiap transaksi gelapnya, perusahaan
Di dalam kamar yang remang, Jenny dan John berdiri di ambang pintu dengan ekspresi penuh keraguan. Mereka tak pernah mengira akan berada dalam posisi ini—mencari perlindungan dari seorang ibu yang selama ini mereka abaikan.Nyonya Jin, yang duduk di tepi ranjang dengan wajah lelah, mengangkat pandangannya ketika menyadari kehadiran mereka dari sudut matanya. Napasnya terdengar berat, seakan beban yang ia pikul selama ini mulai mencapai batasnya."Kenapa kalian datang padaku sekarang?" tanyanya dengan nada yang tidak sepenuhnya dingin, tetapi juga tidak hangat. "Setelah sekian lama, baru sekarang kalian ingat bahwa kalian punya ibu?" Nyonya Jin menoleh bergantian melihat putra dan putrinya dengan mata yang basah. “Atau mungkin baru sekarang kalian akhirnya ingat, bahwa ibu kalian masih hidup?”John menggigit bibirnya, sementara Jenny melirik ke arah saudaranya sebelum akhirnya berbicara. "Kami… butuh bantuan, Ibu."Jenny ikut menggigit bibirnya, la
Crystal sedang duduk di ruang tamu bersama kakeknya ketika teleponnya tiba-tiba berdering. Nama asisten Wu muncul di layar ponselnya, membuat alisnya berkerut. Dia tidak pernah menyangka akan menerima panggilan dari asisten pribadi Caesar di tengah malam seperti ini."Halo?" Suaranya terdengar ragu
Tanpa terasa malam kembali tiba, dan seperti biasanya, Caesar kembali ke rumah cukup larut. Hari ini, dia menghabiskan waktu lebih lama untuk memastikan rencana yang Felix buat berjalan dengan sempurna. Pengawasan terhadap keluarga Li harus diperketat. Setiap gerakan mereka harus dipantau tanpa cel
Begitu menyelesaikan urusannya dengan nyonya Jin, Crystal kembali ke rumah sakit. Dian di rumah sakit, suasana di kamar VIP terasa sunyi. Caesar masih terbaring dalam keadaan koma, dengan alat-alat medis yang terus memantau kondisinya. Crystal duduk di sisi ranjangnya, menggenggam tangan suaminya
Di dalam rumah keluarga Li, Nyonya Jin duduk di kursi roda dengan wajah pucat, tubuhnya tampak lemah. Li Jingyan tidak pernah terlalu mengawasi istrinya secara ketat, tapi dia selalu memastikan bahwa Nyonya Jin tidak melakukan hal-hal yang mencurigakan. Dan meminum air mineral, serta obat yang se






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.