Bayang di Balik Kabut
“Aku akan buka segel emosimu. Tapi begitu itu terbuka, semua kenangan, rasa sakit, dan sisi gelapmu akan bangkit bersamaan. Kamu harus melawannya. Jangan biarkan ia mengendalikanmu.”
Laras mengangguk. “Aku siap.”
Senara menutup matanya dan melafalkan mantra kuno. Tanah bergetar, udara jadi berat. Tiba-tiba Laras merasa tubuhnya ditarik—bukan secara fisik, tapi ke dalam pikirannya sendiri.
*Laras kini berada di dunia lain.*
Sebuah ruang putih tanpa ujung. Di tengahnya, berdiri *dirinya sendiri*—tapi berbeda. Mata merah menyala, taring tajam, dan senyum dingin.
Hot Chapters