SUMPAH PELAKOR
Ia menatap layar lama, lalu akhirnya menekan tombol panggilan.
Suara sambungan berdering. Lalu tersambung.
“Ya?” suara Darmadi terdengar berat seperti saat mereka bersama di ranjang.
Anita menarik napas. “Om, Nita cuma mau bicara. Sebentar saja. Nita kangen.”
Darmadi terdiam sejenak. “Kangen? Kita bukan pasangan, Anita. Jangan mulai drama.”
Anita menahan air mata. “Nita hamil, Om. Nita butuh ketemu Om. Sekali saja, pleaseeee.”