Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami
“Baiklah.“
Aku bernapas lega, dan kami pun berjalan depan belakang, suster mengekoriku.
Sesampainya bangsal, aku langsung memberikan ponsel ke lelaki itu.
Kuperhatikan lelaki itu yang nampak cekatan memencet tombol demi tombol lali menempelkan ponselnya ke kuping.
“Mas. Hallo, aku Deni. Tolong Ke sini sebentar, Mas.“
“Rumah Sakit mana ini, Sus?“ tanyanya mengarah ke suster.
“Pelita Harapan.“
“Mas, rumah sakit Pelita Harapan.“
Tidak lama sambungan telepon itu terputus lalu memberikan ponselnya ke suster.
“Terima kasih ya, Sus,” ujarnya.
“Sudah? Saya moho pamit undur diri, ya. Semoga lekas membaik.“
Bab Populer