Exit
Untung saja gelasnya bukan gelas kaca, jadi tidak menimbulkan pecahan yang bisa saja harus bayar ganti rugi nantinya.
“Maaf, Kak. Maaf.” Seorang siswi perempuan yang menabrakku tadi berucap meminta maaf berulang-ulang, tangan kananya kirinya mengambil gelas yang jatuh, sedangkan tangan kananya sibuk mengusap bagian mata dan pipi.
April memberikan gelas minumnya padaku yang berusaha membersihkan seragam dari basah manis air es tea jus tadi, tatapannya seperti mengatakan ‘minum saja punyaku.’
Hot Chapters