Mate
“Eh, mau difotoin nggak?”
Mas Wira meraih bahuku. Ia merangkulku, aku mendongak melihatnya. Lebih tepatnya bukan dirangkul, tapi diketekin. Tinggiku hanya sebahu Mas Wira, jadi kalau dirangkul, lebih cocok dikatakan “diketekin” bukan “dirangkul”.
“Ayo senyum! 1, 2, 3.” Hafiz memberikan aba-aba. Aku terpaksa tersenyum karena diminta Hafiz. “Nice!”
Hot Chapters