Sentuhan Ajaib Mas Yanto
Tanpa membuat suara sedikit pun, pria bermantel hitam itu melangkah mundur, menyelinap cepat kembali ke balik kegelapan lorong gang samping rumah untuk melapor ke majikannya.
Sementara itu di halaman, Paman Slamet masih meringis memegangi tangannya yang lunglai dan mati rasa. Wajahnya yang semula merah padam dipenuhi amarah kini pucat pasi, seperti baru saja melihat hantu.
"Mas, Maaaas!" teriak Paman Slamet panik setengah mati, suaranya melengking sumbang memecah kesunyian halaman.