Jenderal Naga
Chandra langsung tersenyum seraya berkata, “Tidak begitu, kok! Sekarang, kita sudah masuk zaman kultivasi dan usia kita tidak diukur seperti usia manusia biasa.”
Kemudian Chandra mengganti topik pembicaraan dengan berkata, “Oh iya, di mana Sasa?”
“Tante Sasa sedang mengasingkan diri,” jawab Weni.
“Apa yang terjadi?” tanya Chandra lagi.
Weni berkata, “Entahlah, tapi tadi aku melihat Tante Sasa tergeletak di tanah berlumuran darah. Di depannya ada sabit asing yang mirip sekali dengan milikku, tapi warnanya berbeda. Aku langsung mengeluarkan sabitku untuk menangkis serangan sabit asing itu lalu sabit itu menghilang tanpa jejak.”
Hot Chapters