Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pria Bayaranku Ternyata Penguasa No. 1

Pria Bayaranku Ternyata Penguasa No. 1

Diadopsi. Dijodohkan. Dipaksa menikahi pria yang mencintai wanita lain. Avenna tak menangis. Tak mengamuk. Dia hanya tersenyum dan menjalani peran sebagai Nyonya Hazelton yang anggun, tak tersentuh, seolah kebal pada luka. Hingga malam itu datang. Malam di mana seorang pria bayaran bertopeng merenggut kendalinya. Membisikkan dosa di balik ciuman, menyulut bara dalam tiap sentuhan, dan menyeretnya ke dunia yang tak pernah ia kenal, penuh napas panas, erangan tertahan, dan bisikan yang merusak logika. "Kau yakin… ingin lepas dariku?" Suara baritonnya merayap di telinga Avenna, menelusup ke tulang belakangnya seperti racun manis yang mematikan. "Yah, yah, aku rasa begitu." Suaranya bergetar. Tapi tubuhnya sudah menyerah sejak jemari pria itu menekan pinggangnya, mengukir ingatan yang tak bisa ia hapus. "Kau bohong," bisiknya. Napasnya membakar kulit leher Avenna. "Karena hanya aku yang tahu… bagaimana membuatmu lupa siapa dirimu, dan hanya mengenal namaku dalam teriakanmu, dalam tubuhmu, dalam setiap detak jantungmu." Satu gigitan. Satu desah. Dan seluruh kendali Avenna runtuh. Tapi yang tak ia tahu… Pria itu bukan sekadar pemuas sesaat.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
Hilang Selamanya Dari Hatiku

Hilang Selamanya Dari Hatiku

Aku sudah menikah dengan Dennis selama sepuluh tahun. Aku bahkan pernah bertemu dengan mantan pacarnya setelah kami menikah. Setiap kali dia bosan dan ingin ganti pasangan, aku selalu jadi alasan terbaik untuk putus dengan setiap pacarnya. “Kamu akan jadi seperti dia kalau menikah denganku. Pada akhirnya, akan bosan karena terlalu akrab dan terbiasa, jadi nggak ada perasaan baru lagi.” Di hari peringatan pernikahan kami, aku malah sibuk menghibur mahasiswi yang baru saja dia putuskan, sementara dia asik menonton bioskop bersama pacar barunya. Saat tisu di tanganku habis, aku seakan melihat bayangan diriku di masa lalu. Jadi, aku pun mengajukan cerai pada Dennis. Dia jarang sekali tampak bingung begitu dan berkata, “Nggak mau tunggu sebentar lagi? Siapa tahu aku bakal sadar dan berubah. Aku hanya tersenyum tipis tanpa menjawab, lalu memesan tiket menuju negeri seberang. Jika aku tak bisa menunggu kepulanganmu, biarlah aku yang melangkah pergi lebih dulu.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Pada Sahabat Ayah

Jatuh Cinta Pada Sahabat Ayah

Aku pernah jatuh cinta pada sahabat ayahku, pria yang seharusnya kupanggil "Om", Kael Viraya. Awalnya, aku sempat berpikir dia juga mencintaiku. Kami bahkan punya janji konyol, yaitu kalau aku sudah berusia 27 tahun dan masih ingin bersamanya, kami akan bersama secara terbuka. Namun, lima hari sebelum ulang tahunku yang ke-27, tanpa sengaja aku mendengarnya berkata bahwa dia tidak pernah menyukaiku, bahwa dia akan menikahi cinta masa kecilnya. Seolah-olah itu belum cukup menyakitkan, dia bahkan berencana menjadikan pernikahan itu sebagai cara untuk benar-benar menyingkirkanku dari hidupnya. Jadi, akhirnya aku melakukan satu hal yang seharusnya sudah kulakukan sejak lama, yaitu menerima bahwa aku dan dia tidak akan pernah berada di dunia yang sama, lalu menghilang dari hidupnya untuk selamanya.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
Kekasihku Di Dunia Maya, Ternyata Bosku

Kekasihku Di Dunia Maya, Ternyata Bosku

Aku berhubungan dengan seorang pria bernama Rex selama tiga bulan ini, seseorang yang benar-benar asing yang hanya kukenal secara online. Kami sedang berada di fase yang paling intens, fase bulan madu, di mana setiap malam ponselku akan dibanjiri pesan-pesan yang membuat jantungku berdebar. [ Aku merindukanmu, Sayang. ] [ Tadi malam aku memimpikanmu lagi. Kamu ada di atasku, memohonku untuk itu. ] Saat aku sudah hampir mengusulkan agar kami akhirnya bertemu, Rex mengirimku sebuah foto santai dari meja kerjanya. Aku melihat sesuatu yang terasa familier di foto itu, yaitu lambang dari keluarga mafia Zoni. Dan aku sedang bekerja untuk perusahaan milik Keluarga Zoni. Selama tiga bulan ini, ternyata aku bertukar pesan nakal dengan pria berbahaya. Pria itu adalah seorang anggota mafia resmi dan keberadaannya bisa saja berada tepat di sekitarku. Tepat saat aku sedang mencoba mencari tahu siapa Rex sebenarnya, aku melihat benda itu. Sepasang manset batu oniks hitam yang aku pilih khusus untuk Rex ... terpasang di pergelangan tangan bosku, Bagas.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
Meninggalkan Orang yang Kucintai Sejak Masa Mudaku

Meninggalkan Orang yang Kucintai Sejak Masa Mudaku

Saat aku bangun dari tempat tidur Ashton, dia dengan malas menyerahkan celana dalam kepadaku dan berkata, "Aku sudah ganti kata sandi pintu. Kelak, jangan datang lagi kecuali benar-benar perlu." Aku terkejut dan secara naluriah bertanya, "Kenapa?" Dia tersenyum sambil menjawab, "Dia setuju untuk jadi pacarku kemarin. Aku takut dia melihatmu dan akan marah. Aku sudah mengejarnya begitu lama."
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
Berondong Posesifku

Berondong Posesifku

youandwords
"Are you happy?" Tes.... Air mata Arma seketika turun. Dia mendongak, berusaha menghalau air mata itu. Tetapi, cairan bening itu tetap berdesakan keluar. Vezy refleks menangkup pipi Arma dan menghapus air mata yang membasahi pipi. "Gue tahu lo sebenernya inget jelas gue siapa." "Enggak." "Lo nggak bisa bohong, Sayang."
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Pacarku meninggal karena sakit. Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia menitipkan satu-satunya adik lelakinya, Dilan Pratama, kepadaku. Aku membiayai kuliahnya hingga lulus, bahkan membantunya mendirikan perusahaan. Namun, suatu malam, setelah dia pulang dari jamuan dan mabuk berat, kami justru berakhir di ranjang yang sama. Saat aku masih diliputi kebimbangan tentang hubungan kami, pandanganku terhenti pada sebuah foto diriku yang dia pajang di meja kerja. Di sampingnya, tergeletak sebuah cincin pertunangan. Hatiku bergetar hebat. Dengan perasaan penuh harap, aku mendorong pintu ruang istirahat untuk mau membicarakan hubungan kami. Namun, begitu pintu terbuka, sebuah kamisol putih jatuh tepat di kakiku. Aku tertegun di tempat. Sementara Dilan buru-buru menyelimuti tubuh asisten wanitanya yang panik. "Riana, nggak bisakah kamu mengetuk pintu dulu?" Wajahku mendadak pucat. Aku melangkah mundur dengan kikuk, tetapi langkahku tertahan oleh suara pelan sang asisten. "Kak Riana, bisa tolong ambilkan pakaianku?" Aku tidak memedulikan sorot permusuhan di matanya. Sambil berusaha menutupi kegugupanku, aku melemparkan pakaiannya ke tempat tidur, lalu buru-buru melarikan diri. Begitu keluar dari gedung perusahaan, ponselku berdering. Peneleponnya adalah Dilan. "Kak Riana, lain kali jangan seenaknya membuka pintu kamarku." Aku hanya tertawa kecil dan mengiyakan. Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi melangkahkan kaki ke dalam dunianya.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN UNTUK SAHABAT TUKANG HASUT

PEMBALASAN UNTUK SAHABAT TUKANG HASUT

Tania atau yang biasa dipanggil Nyia tak pernah menyangka, jika sahabatnya tega merusak rumah tangganya dengan memasukkan orang ketiga. Sinta sahabat sekaligus sepupu suaminya itu menghasut Haris untuk menikah lagi. Tak berhenti di situ, Sinta juga memfitnah dan menyebarkan kabar bohong tentang Tania. Bahkan dinginnya jeruji besi tak membuat Sinta berubah. Hingga akhirnya Tania membalas dengan sesuatu yang sangat menyakitkan untuk Sinta.
8.437.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Sang Cassanova

Terjebak Gairah Sang Cassanova

(21+) Zane melangkah pelan ke arah ranjang. Matanya tajam. “Bukankah aku sudah memperingati mu tadi agar kau melayaniku baik-baik? Tapi apa? Kau terlalu angkuh. Angkuh karena sudah tidur dengan Belvan. Apa kau pikir aku tidak sekuat Belvan di ranjang?" Ia berhenti satu meter dari Valerie. “Menolak aku dua kali, tapi begitu mudah tidur dengan Belvan?” “Tidur dengan tuan Belvan? Saya tidak pernah melakukan itu.”Valerie sampai melengos mendengar perkataan Zane. Bagaimana bisa Zane punya pikiran sepicik itu tentang dirinya. “Bohong,” sahut Zane dingin. “Kau hanya perlu melayaniku malam ini. Ambil uang yang ku beri, dan pergi jauh sebelum Belvan kembali dari Kanada. Valerie menegakkan dagunya."Tuan Zane... dengar kan aku baik-baik. Aku tidak menjual tubuhku. Tidak padamu! Tidak pada tuan Belvan! Dan tidak pada siapapun! Jadi koreksi semua isi kepala mu tentang aku! " Pekik Valerie, muak Zane semakin menghinamu. "Sungguh kau ingin memainkan permainan ini, Valerie? Haruskah aku mengecek sendiri dengan keperkasaan ku kau itu perawan atau tidak? ” Nada suaranya seperti silet. Dengan gerakan kasar, Zane membalikkan tubuhnya. Tangan besarnya menekan punggung Valerie, sementara yang lain meraba tali pengikat. "Kita akan buktikan." Bibirnya menyentuh telinga Valerie, setiap kata dihantarkan dengan getaran yang mengalir langsung ke pangkal pahanya. "Kau itu benar-benar suci atau cuma pura-pura." Kulit Valerie merinding. Bukan hanya dari ketakutan—tapi dari aliran listrik yang menyebar setiap kali nafas Zane menyentuh lehernya. Schlik! Blus belakangnya robek, kulit putihnya tersingkap perlahan seperti hadiah yang dibuka dengan penuh nafsu. "Ternyata..." Jari Zane menelusuri tulang punggungnya, mengikuti lekukannya seperti membaca peta dosa. "...kau menyimpan ini semua di balik kemeja ketatmu."
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 459 kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Lima tahun setelah kematianku, ibuku menerima telepon dari polisi yang mengatakan bahwa ada kabar tentang diriku. Ibu bergegas pulang ke kampung halamannya bersama adik laki-lakiku. Setibanya di sana, dia langsung mendobrak pintu rumah nenek. "Mana Stella? Jago juga anak sialan itu bersembunyi. Cepat ambil kornea matanya buat adiknya." "Stella sudah meninggal," ucap Nenek terbata-bata sambil menangis. Ibu malah mencibir, "Bohong, polisi sudah meneleponku dan mengatakan kalau sudah ada kabar tentang dia." "Dasar nenek tua sialan! Kalau kamu nggak menyerahkannya sekarang, keluar sana dari rumah ini." Melihat sikap ibu, nenek menangis dan mengeluarkan fotoku dengan gemetar. "Stella, kamu nyesel tolongin adikmu?"
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai tapi bohong hayu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
1213141516
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status