Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan
Meski baru pertama berdansa bersama pun, gerakan mereka jadi kompak dan anggun.
Dante dan Marie melangkah maju, menyamping, merapat, mundur, menyamping, lalu merapat lagi, bersama-sama. Satu ketukan, dua ketukan, tiga ketukan, mengelilingi dataran es diiringi irama merdu Waltz. Dante bahkan baru sadar irama itu bermain di sekitarnya, seakan memandu gerakan mereka.
Saking alami dan mengalirnya gerakan dansa Marie dan Dante, mereka bahkan tidak sadar seberapa lama waktu berlalu, terus berotasi dengan lembutnya, begitu anggun dan mewah.
Hot Chapters