Reset
Elang hanya tersenyum, geleng-geleng kepala tidak habis pikir dengan tingkah Lintang yang seperti anak kecil itu.
"Hemm," Elang cuma berdehem, tidak beralih sedikit pun tatapannya dari dokumen yang tengah ia kerjakan.
"Ini udah dua jam, El." Rengek Lintang, bibirnya mengerucut tanda protes. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Dan asal tahu saja, Lintang capek banget. Sudah seminggu dia lembur, karena harus mengurus dokumen-dokumen proyek juga. Kantung matanya bahkan semakin menghitam. Elang tidak buta kan? Apa dia tidak tahu kalau Lintang sudah cukup kelelahan, dan sekarang malah disuruh datang untuk hal yang tidak jelas? Menungguinya?
Sikat na Kabanata