Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Draven selalu mengingat kebaikan ini dan akan membalasnya sepuluh kali lipat suatu hari nanti. Setelah tertawa kecil, Draven terus memeriksa potongan intelijen ketiga. 【3: Beberapa Kelinci Tundra Bersurai Beku muncul mencari makan 500 meter di barat laut kamp.】 Ia membeku, lalu matanya tiba-tiba melebar, dan ia melompat dari tempat tidur. Kelinci Tundra Bersurai Beku, itu adalah salah satu binatang sihir paling sulit ditangkap di Tanah Tandus Utara. Ukurannya kecil, namun gerakannya gesit seperti angin, senyap seperti udara diam.
9.67.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
Crazy Woman

Crazy Woman

"Rafasya Aradella." ###############################
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang CEO

Kontrak Cinta Sang CEO

tanya Arkana dengan suara serak. Sosok itu tersenyum tipis, tapi senyumnya dingin. “Aku adalah kau yang sempurna. Versi tanpa rasa takut. Tanpa cinta. Tanpa kelemahan bernama Nadira Alya Rendra.” Arkana merasakan dadanya terbakar. “Kalau begitu…” suaranya gemetar tapi penuh amarah, “kau bukan aku. Kau cuma hasil kebohongan.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
Davira

Davira

Entahlah, Davira sedikit merasakan nyaman. Pete kembali dengan sebuah nampan yang tengah di pegang kedua tangannya. Nampan itu berisi dua gelas air mineral dingin dan juga setoples cemilan cookies kering rasa cokelat yang bertabur banyak coco chips yang melimpah di atasnya. "Minum dan makanlah, ini tidak ada racunnya." kata Pete setelah menaruh nampan itu ke atas meja. Davira mengangguk. "Oke, aku percaya. Kalaupun ada racunnya juga malah kau yang akan sangat repot."
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
TARO

TARO

“Ya sudah. Jangan dibuka-buka ya.” “Dibuka-buka? Apanya yang dibuka?” hell yeah! Ugh ! “Dompetnya!!!” Kenapa dia suka sekali menggoda? Nina tak tahan untuk menahan tawanya. Ia terbahak dengan keras tepat saat aku memutuskan sambungan telfon dengan Aksa.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
RADINKA

RADINKA

jelas Nada "Beneran?" "Beneran. Mungkin lo spesial buat dia." "Spesial apaan!" kata Dinka tak ingin dibilang bawa perasaan. "Mungkin sekarang lo ogah-ogahan sama Radit. Tapi..." ucapannya sengaja Nada gantung biar Dinka penasaran. "Tapi?" "Liat aja nanti," ucap Nada dengan senyum smirk-nya. "Dan lo tetep harus hati-hati," lanjut Nada.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

tanya Chandra yang detik itu juga dilempari Jevan sebungkus rokok yang isinya masih banyak, mengenai tepat kepalanya. "Gue masih suka sama cewe ya, anjing," Jevan menggeram tidak suka. "Jadi lo ikut kaga, Van?" tanya Hayden sekali lagi, memastikan orang-orang yang sudah pasti ikut. "Nggak. Next time aja deh gue ikut, bareng gengnya Yuan" "Sparing?"
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda

tanya Sinta yang terdengar bahagia itu. "Udah ya, aku sibuk banget ini nggak bisa banyak ngobrol," balas Andra yang langsung mematikan sambungan teleponnya. "Kok dimatiin sih, Mas? Kan Bunda kamu masih mau ngomong loh sama kamu. Itu barusan Bunda kamu kan yang nelepon?" tegur Tiara. "Aku nggak mau ngomong sama dia," balas Andra.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Handa dan Satria menyatukan dahi mereka sambil mengatur nafas. "Wong yen lagi gandrung Ra peduli mbledose gunung Wong yen lagi naksir Ra peduli yen perang nuklir Nadyan lagi bokek Direwangi nrethek-nrethek Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro Wong yen lagi kepikat Ra peduli ndonya kiamat Wong yen lagi nyenengi Ra peduli lagi inflasi Nadyan ra duwe duwet
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai ternoda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status