LOGINIni bukan tentang rasa Chiki Taro. Tapi, ini tentang rasa sakitku yang ditinggal dia dan rasa yang tak terdeskripsikan saat bertemu dia ─ yang jasnya ternoda oleh minuman Taro-ku, dia ─ laki-laki tampan namun terdiagnosa TBC.─ dr. Lanala Gitraja
View More“Gimana nih hubungan dengan Mas Aksa? Ada kelanjutan?” Rentang waktunya sudah satu minggu dari hari dimana Nina dan Aksa yang datang ke apartemenku. Sejauh ini aku dan Aksa masih terus bertemu setiap hari. Dia selalu datang ke apartemenku malam-malam untuk minum obat. Satu minggu ini pula kalau tidak salah dia sudah makan malam bersamaku sebanyak empat kali. Oh, sejujurnya ini memang perkara yang tidak baik. Aku takut kalau-kalau jatuh hati dengan Aksa. Yah, bukannya apa-apa. Dia terlalu perfect. Mungkin memang tidak se sempurna yang aku bayangkan. Tapi, sejauh ini dia benar-benar mampu mengejutkanku. Dari mulai aku yang hanya tahu kalau dia adalah orang asing yang bernama Aksa, sampai aku yang tahu kalau Aksa bisa langsung diare karena makan sambal yang menurutku cupu abis. Tapi dengan kecupuan itu sekalipun, bagiku dia masih bisa disebut perfect. “Biasa aja.” Kalau diladeni pertanyaan Nina tentunya akan berakhir dengan kiat-kiat mendapatkan Aksa.
Sekali lagi aku memastikan apabila resep yang telah aku baca tadi tidak salah. Keju 500 gram, susu 25 ml, tambah sedikti garam, daun sop dan daun bawang. Aroma yang dikeluarkan dari masakkan yang ada di depanku juga terlihat enak dan sama sekali tidak menimbulkan keraguan. Hmm.. kali ini aku cukup yakin apabila masakkanku ini akan enak. Sebenarnya, ada beberapa hal memalukan di dalam hidupku yang sangat jarang aku akui pada orang lain. Karena apa? Karena aku malu. Salah satunya adalah, di usiaku yang sudah 25 tahun aku bahkan belum bisa masak masakan rumah dengan tanganku sendiri tanpa bantuan dari bunda. Mungkin, bagi kalian yang menganggap aku sebagai wanita yang sibuk berkarir itu sangatlah biasa. Dengan gaji yang kuterima setiap bulannya mungkin cukup untuk membayar pembantu untuk memasak sehari-harinya. Tapi, beban moral yang aku terima tidak segampang itu. Apalagi jika ayah yang sudah berkoar dan membandingkan aku yang payah dalam hal memasak dengan menantu perempuan s
Tadi, Aksa kembali pamit untuk meneruskan perjalanannya kembali ke Jakarta. Cukup kaget juga karena dia kembali hanya untuk mengantarkan dompetku dengan berbekal kartu tanda penduduk yang ada di dalamnya. Aku cukup merasa terbohongi akibat pengakuannya. Ternyata dia sahabat Kak Dio selama kuliah di Bandung. Yah, meskipun berbeda jurusan dengan Kak Dio. “Ternyata dugaanku selama ini benar. Lana benar adikmu.” Kata Aksa. “Pasti karena namanya Gitraja, kan?” Kak Dio terkekeh. Nama keluarga memang menjadi identitas turun temurun. “Bukan.” Aku menekuri percakapan antara dua sahabat yang sudah lama terpisah itu. “Terus?” “Karena dulu, saat menceritakan Lana, aku bisa menangkap kesan bahwa Lana sangat sangat galak. Ternyata itu benar.” Setiap orang yang ada di meja makan tadi pagi terlihat begitu hangat menyambut Aksa. Mereka tertawa untuk hal-hal yang menurutku sangat sangat menyebalkan. Selepas Aksa mengatakan Saya bukan pacar L
Suara celotehan Belsya dan Belzyo, anak Kak Dio dan Kak Umil menemani makan malam keluarga kami seperi biasanya. Ah, aku benar-benar merindukan rumah. Belsya dan Belzyo, dua keponakanku itu rasanya baru ditinggal beberapa hari saja pipinya makin menggembil menjadi-jadi. Nakalnya pun makin menjadi-jadi. Tadi sore, ketika mobilku baru saja parkir di garasi, dua mahluk kecil itu langsung menodongku dengan tembak-tembakkan air. Mereka mengancam akan menembak apabila aku tidak mau membelikan mereka ice cream di minimarket terdekat. Jadilah harus kuturuti permintaan dua boss kecil itu. “Bun, Elsya kapan masuk sekolah?” Belsya. Gadis mungil berusia empat tahun. Dia adalah makhluk mungil yang sok bijak di mataku. Bukan sekali dua kali dia berlagak sok dewasan dan menasihatiku. Belsya sudah sangat lancar bicara dan terkadang itu yang membuat orang rumah kelimpungan. Gadis itu selalu berceloteh tentang hal-hal baru yang ia temui. Belsya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.