Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Misteri Kematian Sang Pelukis

Misteri Kematian Sang Pelukis

rintih Diara seraya menunjukkan halaman terakhir buku itu terhadap Glagah. Glagah menegang. Reaksi yang sama yang dialami Diara. Mereka bukan manusia. Pantas Napta depresi setelah kepergian Bulan,” kata Glagah pelan. “Kita harus menyelidiki ini lebih lanjut, mengumpulkan bukti bahwa Gita memang membunuh Bulan. Dan aku pastikan penyelidikan kita tak akan mudah. Yang kita hadapi bukan orang sembarangan,” kata Glagah membuat Diara mengerang pelan.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai the murders in the rue morgue
Baca
+Pustaka
Crime Revenge

Crime Revenge

Ucap Nalla sambil memasukkan tangannya melalui sela-sela besi kandang itu untuk membelai puncak kepala Dorothea. Setelah melihat anggukan kecil sebagai balasan, Nalla pun beranjak berdiri lalu ia menggenggam tangan Benjamin untuk mengajaknya menuju basement dimana Norah berada di sana. Tanpa merasa bersalah apalagi memiliki beban, wanita itu melangkah pergi dengan begitu saja dan meninggalkan tubuh sang asisten yang sudah tergeletak dengan tidak berdaya tepat di depan kedua mata anak-anak kecil yang masih di bawah umur, yang tidak seharusnya melihat kondisi seorang korban yang kepalanya terus menerus mengeluarkan darah dari lubang bekas tembakan yang begitu mengerikan untuk dilihat. "Ini per
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai the murders in the rue morgue
Baca
+Pustaka
THE FRAPPUCINO MURDER

THE FRAPPUCINO MURDER

“Terima kasih telah menunggu dan selamat tahun baru.” “Kita tidak membutuhkannya saat ini,” keluh Colin Lister sambil menatap tajam Lady Viscaria. Wanita itu mengangguk, lalu berkata dengan mantap, “Kasus ini telah mencapai puncaknya, dan Dia telah berhasil mengetahui siapa pelaku dibalik pembunuhan Monsieur Braque.” Semua mata memerhatikan, semua telinga mendengarkan, bahkan beberapa menahan napas mereka untuk tidak menimbulkan suara yang mengganggu.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai the murders in the rue morgue
Baca
+Pustaka
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

"Aduh, kok pusing, ya?" Aku yang baru saja masuk ke kamar, meraba kening yang terasa berdenyut. Tidak hanya pusing, perutku pun terasa tak nyaman dan mual mulai datang. "Apa gara-gara minuman di kafe Sabrina tadi, ya?" kataku lagi seraya menjatuhkan tubuh pada ranjang. Pikiranku jadi buruk pada pelayan kafe. Apa mungkin dia menyimpan racun di minumanku atas perintah Sabrina?
1032.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai the murders in the rue morgue
Baca
+Pustaka
Catatan Detektif Kematian

Catatan Detektif Kematian

Tuan James mengibaskan tangannya dengan acuh sebelum membalas, "Aku tidak memintamu percaya padaku bocah. Pemimpin mereka adalah Marland the beast killer. Dia adalah pembunuh berdarah dingin yang membunuh lima puluh gadis di London dalam waktu semalam." "Pembunuhan pertama terjadi pada tahun 1610, berarti sudah dua ratus tahun yang lalu. Sekarang sudah memasuki tahun 1810, itu berarti siklus 50 tahun akan di mulai lagi. Di mana para gadis di Kota London akan diculik lalu dibunuh saat purnama terakhir di tahun ini," lanjut pria tua itu.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai the murders in the rue morgue
Baca
+Pustaka
FATAMORGANA

FATAMORGANA

Aku hanya tersenyum lantas menggeleng pelan. Setelah 15 menit betlalu, sezi tanya jawab itu akhirnya selesai. Aku menarik napas penuh kebahagiaan ketika polisi akan mengejar pelaku yang telah merencanakan pembunuhan buatku. Hari ini juga ada saksi kunci yang sudah datang memberikan bukti akurat. Wajahku menegang sesaat karena aku tahu siapa saksi kunci tersebut.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai the murders in the rue morgue
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status