Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang
Rombongan berdiri di batu besar, menatap mahkota putih hitam emas di dada bayi, berkilat seperti mahkota penuh, seolah matahari dan malam bergabung dalam satu cahaya.
Granny Mei tersenyit lelah, menatap langit surga ke-2, yang kini tampak lebih dekat, tapi juga lebih muram. “Selesai,” katanya pelan, “kita punya sepuluh, kita punya mahkota penuh, kita punya nama penuh, kita siap naik, menuju surga ke-3, menuju ibumu, menuju pengkhianat, menuju takhta.”
Bab Populer