Kesempatan Kedua Di Tanah Jajahan
Dyah Ayuwangi kehilangan segalanya dalam satu malam di Stasiun Tawang. Ditinggalkan tanpa kabar oleh Willem van Deventer, ia tak hanya patah hati, tapi juga dicap sebagai pengkhianat bangsa dan dibuang oleh keluarganya karena mencintai penjajah.
Sepuluh tahun kemudian, Dyah bertahan hidup dengan mengelola panti asuhan bagi rakyat kecil. Namun, Willem kembali bukan untuk meminta maaf melainkan sebagai arsitek kolonial yang ditugaskan meratakan panti tersebut demi ambisi ayahnya membangun jalan rel kereta api.
Di tengah desas-desus kota yang memandang Dyah dengan jijik dan intrik politik yang licik, keduanya terjebak dalam pusaran konspirasi yang jauh lebih gelap dari sekadar patah ha
Chapitres populaires