Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

Mencintai Untuk Membunuh, Pembalasan Sang Luna

suara Zena terdengar menggema. Tetapi suara itu terasa menusuk telingaku. Kabut hitam perlahan menyelimuti tubuh wanita itu. Dalam sekejap wajah Zena berubah mengerikan. Matanya merah menyala dan taring panjang muncul dari sudut bibirnya. “Dia ingin merebut Laura darimu,” bisik Gio lembut. “Dia membunuh Kimberly sebelum semuanya terlambat. Balaskan sakit hati peri itu!"
647 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai memoirs of a murderer
Baca
+Pustaka
Wanita Simpanan Pembunuh Anakku

Wanita Simpanan Pembunuh Anakku

"Entah orang gila mana yang tega menyiksa anak baik-baik sampai seperti ini." Mendengar desahan simpati darinya, kebencian dalam hatiku justru meluap. Orang gila yang membunuh Jennah adalah cinta pertamanya yang dia bawa ke rumah, Mirae! Kasus pembunuhan dan pembuangan mayat anak ini sangat keji. Ditambah lagi hujan yang terus turun akhir-akhir ini telah menghapus sebagian besar jejak di lokasi, membuat penyelidikan jadi semakin sulit. Seluruh tim bekerja lembur demi segera memecahkan kasus ini.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai memoirs of a murderer
Baca
+Pustaka
Simpanan Sang Miliuner

Simpanan Sang Miliuner

“Aku tidak akan mungkin mudah terbunuh.” Tanpa perhitungan, Draco berbalik membuat pisau itu kini menancap ke perut Danny. Aroma anyir darah memenuhi tempat itu. Mireya diborgol oleh Nigel agar tak lagi bertindak bodoh. Tak selang lama kepolisian datang menangkap Danny dan Mireya. Para polisi membawa Danny dan Mireya. Teriakan Mireya menggema di kala polisi menangkapnya, sedangkan Danny terluka terpaksa harus dibopong polisi. Nigel yang masih ada di sana mengikuti polisi untuk menjadi saksi.
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 531 kali sebagai memoirs of a murderer
Baca
+Pustaka
Pencuri Yang Merangkap Detektif

Pencuri Yang Merangkap Detektif

Dia berbicara dengan riang, tanpa emosi dalam suaranya, dan melanjutkan, sambil berjalan mondar-mandir di ruangan itu. "Kau dan aku, Bunda Coralie, yang telah menjadi saksi mata begitu banyak tragedi dan melihat begitu banyak rekan yang baik meninggal,tak perlu menyia-nyiakan air mata atas kematian Mustapha Rovalaiof atau pembunuhan atas dirinya yang dilakukan antek-anteknya. Bahkan pidato pemakaman juga tidak usah, bukan begitu? Ya-Bon berhasil meringkus laki-laki itu, menunggu sampai alun-alun sepi dan membawanya ke Rue Brignoles, dengan perintah untuk melemparkan laki-laki itu melewati pagar ke kebun Musee Galliera. Pagar tinggi. Tapi, tangan kanan Ya-Bon tidak mengenal hambatan. Dan begi
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai memoirs of a murderer
Baca
+Pustaka
Memori Yang Menghukum

Memori Yang Menghukum

Ia mencoba melawan rasa takut yang muncul bersama bayangan itu, tapi kenangan itu menyerang begitu kuat hingga ia merasa seperti terjebak dalam waktu. Di dalam memori itu, ia melihat dirinya duduk di lantai kamar mandi sebuah apartemen kecil. Tubuhnya gemetar, punggungnya bersandar pada dinding yang dingin. Di tangannya, ada ponsel yang terus bergetar—pesan masuk yang hampir semuanya berasal dari Leo. Suara ponsel yang bergetar di lantai dekatnya terus berulang-ulang, tetapi ia tidak beranjak untuk menjawabnya.
741 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai memoirs of a murderer
Baca
+Pustaka
Misteri Desa Kanibal

Misteri Desa Kanibal

Tutur Yuda menjelaskan kepada teman temannya. Disaat mereka sedang asik mengobrol sambil menunggu pesanan datang, di sebelah kiri mereka terlihat ada seorang yang tak sengaja mendengar percakapan mereka. Orang tersebut memakai baju serba hitam dan menggunakan topi seperti koboi, entah dia koboi beneran apa bukan gak tau juga. Mukanya juga terlihat sangat seram dengan ada codet bekas luka jahitan di pipi sebelah kanannya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai memoirs of a murderer
Baca
+Pustaka
A Wife's Diary

A Wife's Diary

Malam itu dihabiskan Fadil dengan mabuk hingga terkapar tidak sadarkan diri. Mentari pagi bersinar hangat membelai tubuh Fadil yang masih terkapar di dalam gudang minimarket. Suara gesekan penutup besi berderit nyaring, memaksa orang-orang yang terkapar di dalamnya untuk segera bangun. Fadil mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia mencoba untuk bangkit. Akan tetapi, kepalanya terasa berat dan berdenyut sakit.
7.712.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai memoirs of a murderer
Baca
+Pustaka
A Perfect Liar

A Perfect Liar

21 Desember 2022 Matanya tak berhenti menangis namun bibirnya selalu berusaha mengukir senyuman. Terlihat suatu penyesalan yang mendalam dalam raut mukanya, namun senyumnya palsu. Bicaranya kacau, meracau kesana kemari menepis segala perasaan dan keinginan dalam hatinya. Lalu ia berbisik “ Ardi, kamu berhak bahagia. Kamu layak mendapatkan sosok yang bukan aku. kamu tak perlu ikut jatuh dalam dunia hitamku”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai memoirs of a murderer
Baca
+Pustaka
Memories

Memories

Nafasku belum juga kembali normal, dan selama itu juga aku perlahan mulai bisa merasakan kaki tangan dan jari jariku perhalan mulai mendapatkan kembali panas dari pusat tubuhku. “Haaaahhhhh….” Aku menarik nafas panjang sambil memegang kepalaku. Tubuhku sudah kembali normal ketika itu, tetai aku merasa kehilangan seluruh energiku meski aku baru saja bangun tidur. Mimpi buruk yang sungguh mengerikan. Apa apaan itu.. tentang pembunuh dan lain sebagainya. Aku tidak mengingat seluruh detail mimpiku, tetapi aku masih mengingat garis besarnya. “Teman-teman, kah?...”
9.74.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai memoirs of a murderer
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status