Cerita 'Deception of The Novelist' ini bikin aku terus penasaran dari awal sampai akhir. Plotnya berputar di sekitar seorang penulis fiksi yang tiba-tiba terjebak dalam dunia karyanya sendiri—ironi yang brutal sekaligus genius. Awalnya dia mengira bisa mengendalikan narasi, tapi lambat laun batas antara kenyataan dan imajinasi mengabur. Yang kusuka, twist-nya datang seperti tamparan: karakter ciptaannya mulai membelot, alur yang dia rancang berubah di luar kendali. Ada momen di mana protagonis harus memilih antara menyelamatkan diri atau mengorbankan ending 'sempurna' untuk novelnya.
Nuansa meta-fiksi-nya kental banget, kayak ngeliat Salvador Dali bikin novel. Setiap bab memancing pertanyaan: ini masih dalam kepala si penulis atau sudah jadi dimensi paralel? Endingnya sendiri kontroversial—aku sempat sebel karena merasa dikibulin, tapi setelah direnungin, justru itu yang bikin cerita ini memorable. Cocok buat yang suka eksperimen naratif alamat 'Inception' versi sastra.