Suami Premanku Ternyata Sultan
“Tadi siang ayah pergi keluar sebentar untuk memberikan botol plastik ke pemulung, tapi tiba-tiba saja ada seseorang misterius berbaju hitam menggunakan masker berjalan kearah ayah, entah apa tujuannya tapi yang pasti dia mengeluarkan sebuah pisau lalu menusuk ayah, untungnya pemulung yang selalu lewat di depan rumah menarik baju ayah, jadi lukanya tak terlalu parah. Tapi...”
Ucapan pak Fikri terjeda, bayangan sebuah cairan merah yang ada di depan matanya membuat pak Fikri tak dapat berkata apa-apa lagi, dirinya kini bimbang antara harus bersyukur atau sedih karna hingga saat ini nyawanya masih berada dalam raganya.
“Tapi apa yah?... Ayah nggak papa kan?”
“Orang misterius itu menusuk pemulun