Bara Dendam Sang Prabu Boko
Angin berputar cepat dalam ruangan, sekejap kemudian berembus ke luar, menggugurkan daun-daun Bodhi kering di halaman taman, membenarkan pergerakan Ilmu Sapu Angin—sebuah warisan luhur para penjaga dharma yang mengendalikan kecepatan.
Dalam sekejap mata, Wiku Sasodara telah berdiri kokoh di halaman sayap barat istana. Pemandangan di sana amat miris; tanah telah retak menganga di beberapa tempat, udara bergetar hebat akibat resonansi kekuatan. Dua prajurit besar itu, Kunara dan Dandang, masih beradu kekuatan dengan membabi buta, tanpa mengenal henti, seperti badai yang tak kunjung reda. Keringat dan darah membasahi wajah mereka, mencampuri kerudung kemarahan.
Hot Chapters