Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
5D

5D

seru Dimas. "Oke, take care!" ucap David. "Oke, sip," kata Dimas kemudian berlalu. 5D bukanlah kumpulan orang-orang yang tak pernah mengeluh dan tak pernah merasakan kesulitan, karena percayalah setiap manusia memiliki masalah di dalam hidupnya. Namun semua itu menguatkan mereka, persahabatan itu kuat bukan karena orang-orangnya luar biasa tapi karena saat salah satunya salah yang lainnya siap untuk menegur dan tak menghakimi yang bersalah. Waktu juga sangat berperan penting di dalamnya, karena waktu mendewasakan tiap yang bernyawa jika dapat memaknainya dengan baik.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as thick
Read
+Library
Complicated

Complicated

Okseigen memenuhi seluruh rongga paru-paru Tara, membuat dia sesak dan jantungnya berkontraksi lebih cepat. "Berteman keramaian. Senyum dan tawa, insan manusia mensyukuri alam semesta." Farazz masih disana, bermain dengan jemari Tara yang lentik. Tatapannya begitu teduh, mampu meredamkan terik dalam batin Tara yang panas. Mampu mencegah jerit dalam perasaannya yang terluka. Tara bergeming, terhipnotis oleh suara Farazz yang merdu. "Berjalan mengitari. Kotaku, kotaku. Kotamu juga. Berpegang tangan dan tak mau kulepas
2.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as thick
Read
+Library
Complicated

Complicated

Mengundang kegemasan para teman-temannya. "Ihhhh... Lucu deh!" gemas Tara menyubit pipi Agatha dengan kencang. What??? Kencang!! "Awww! Tara!!! Orang tuh nyubitnya pakai perasaan bukan tenaga!!" kesal Agatha mengusap pipinya yang sakit. "Cup..Cup.. Mana yang cakit?" ledek Yoga dengan menirukan gaya anak kecil seraya mengelus pipi Agatha. Namun Agatha menepisnya karena merasakan tangan Yoga juga mencubitnya hanya saja lebih pelan.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as thick
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

"Rumah gue besar." Joita tertawa ringan. "Orang yang rumahnya segede kamar gue juga tetep bilangnya besar." Joita semakin menyombongkan diri. Cowok itu mendengus pelan, agak kesal dengan sikap jual mahal cewek di depannya. "Yang pasti rumah gue lebih besar dari kamar lo," ucapnya tak ingin kalah. Ia menyambung, "Lagipula, cuma hubungan skenario. Lo cuma harus gue antar-jemput setiap hari, enak, kan? Poin plusnya gue juga ganteng. Dan lo juga nggak dirugiin."
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as thick
Read
+Library
LEAK

LEAK

Warna rambut Arjuna pun tampak berbeda—menjadi putih. Suhu udara juga mengalami perubahan, yang awalnya sejuk kini berubah menjadi lebih panas. Disertai tekanannya yang semakin meningkat. Hingga membuat kadar oksigen menipis. "Sial, kekuatan leak macam apa ini? Mampu mempengaruhi udara sekitarnya?" tanya siswi itu sambil kembali berjalan mundur.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as thick
Read
+Library
Difficult

Difficult

Putik mengerang tertahan dengan kepalanya mengadah keatas. “Bersama.” Leo mengatakannya dengan mencium leher Putik. Mereka bisa merasakan cairan keluar secara bersamaan, Putik bersandar pada Leo dengan kepalanya mengadah keatas. Leo sendiri semakin mendorong kedalam miliknya, dapat terasa cairan mereka yang keluar sangat banyak. Padahal beberapa menit lalu mereka telah mencapai klimaksnya dan tidak tahu kenapa mereka mencapainya kembali dengan mengeluarkan dalam jumlah yang sangat banyak.
6.7K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as thick
Read
+Library
Greedy

Greedy

Dia mengelus-elus pergelangan tangannya yang terasa sakit. Di dalam ruangan berwarna putih itu terdapat dua buah AC. Akan tetapi, Bara tetap saja merasa gerah ditambah gelisah. Akhir-akhir ini dia sulit untuk fokus dan sering melamun. Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Bara memainkan pulpen di tangannya dan menggigitnya. Dia terus menggigit pulpen itu dan akhirnya membuangnya ke sembarang tempat.
Hot Chapters
105.4K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as thick
Read
+Library
Tangisku

Tangisku

Mungkin ia sudah kehabisan alasan untuk menjawab pertanyaanku. “Hati ini bukan pintu, yang bisa kau masuki dan keluar sesuka hatimu. Hati ini bukan tali, yang bisa kau tarik ulur seperti maumu. Hati ini bukan sampah yang bisa kau ambil lalu kau buang saat kau tak butuh. Bukan pula baja yang sangat kuat walau seberat apapun bebannya ia mampu menopangnya. Hati ini rapuh.” Ucapku.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as thick
Read
+Library
FEMININ

FEMININ

Tanya David "Ini kalau mau naik ke lantai atas, gimana caranya yah?" David terkekeh kecil, lalu menggandeng tangan Femi menuju ruangan kecil. Ditekannya tombol, lalu pintunya menutup tiba tiba "Loh loh Dav, ini kok pintunya nutup sih?" Tanya Femi dengan panik "Katanya mau naik ke lantai atas. Ayok!" "Aku tidak paham, semacam pintu Doraemonkah ini? Lagi lagi, David hanya tertawa kecil. Betapa polosnya Femi, tidak tau lift.
4.8K viewsOngoingAdded to Library 187 Times as thick
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status