Penguasa Benua Timur
“Dengarkan aku, peperangan kita kali ini bukan lagi melawan manusia. Melainkan iblis yang telah hidup selama ratusan tahun. Melawan musuh yang sudah menjalani kehidupan selama itu, tak ada gunanya jika kalian terheran-heran akan keajaiban yang bisa mereka lakukan. Tugas kita hanya satu, bertarung pada level terbaik dari diri kita masing-masing. Selebihnya, aku memiliki senjata pamungkas. Jadi, kalian tak perlu terlalu khawatir.”
Para prajurit dan petinggi Pasukan Perompak Haidao mengernyitkan kening tatkala mereka mendengar senjata pamungkas disebutkan oleh ketua mereka. Mata mereka menyisir ke segala arah di ruang aula kapal tetapi tak ada tanda-tanda keberadaaan senjata tersebut di sana.