Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sistem Militer : Bertahan Dari Kiamat Zombie

Sistem Militer : Bertahan Dari Kiamat Zombie

Lepas landas pertama terasa mulus, dan tak lama kemudian mereka sudah melayang di atas kota, lampu-lampu di bawah mereka menciptakan pola yang indah dan rumit. Richard melirik ke arah Sara, memperhatikan bagaimana lampu-lampu kota memantul di matanya. Dia tampak sangat menikmati pengalaman tersebut, yang memang menjadi tujuan Richard sebelum kencan makan malam itu. Berkat generator turbin gas yang ia beli pada bulan Agustus, Blackwatch Oriental Camp Skyscrapers berada dalam kondisi yang sempurna untuk memfasilitasi perjalanan udara seperti itu. Richard telah merencanakan malam ini dengan cermat, dengan harapan dapat menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka berdua.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai travel lights
Baca
+Pustaka
City Light

City Light

Mataku berbinar melihat isinya, semua perabotannya anggun dan mewah, aroma ruangan yang menenangkan, aku berjalan mendekati jendela dan membuka tirai. Takjub. Ketika melihat lautan lepas di bawah sana aku merasa seperti sedang terbang sangat tinggi, kamarku berada di ketinggian entah berapa ratus meter, ombak di bawah sana terlihat tenang dan airnya berwarna biru muda, lokasi berdirinya Del Express masih tergolong area laut yang dangkal, jadi cukup aman dan ombak tidak terlalu ganas. Sepertinya letak kamarku berada di bagian utara hotel karena pemandangan di luar jendela hanya lautan dan awan, tapi di sini sangat indah.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai travel lights
Baca
+Pustaka
Tawanan Mertua Kakak

Tawanan Mertua Kakak

Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut. Adrien tersenyum melihatnya. Kemudian ia mematikan lampu di kamar. Resor mereka belum terjangkau listrik, sehingga mereka menggunakan solar panel untuk menghidupkan lampu, men- charge ponsel serta laptop. Lampu di resor menyala mulai jam 6 sore sampai 10 malam. Setelah itu gelap gulita. Mereka mengandalkan penerangan alami. Di sana tidak ada televisi maupun kulkas. Sebagai gantinya, Adrien menyediakan gitar, dan permainan seperti catur, karambol, kartu serta banyak buku sebagai hiburan mereka dan tamu yang berkunjung.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai travel lights
Baca
+Pustaka
My Light

My Light

“Apapun, bisa memancing emosi ya?” Rafan mengembuskan napas panjang, kemudian beranjak dari duduknya dan berbaring telungkup. Hm, tadi itu? Terlihat jelas sekali. Saat didekati oleh Liana, Rafan sempat mengamati sebentar Levan Ambara. Rafan mendengkus kesal, setiap kali memikirnya berakhir emosinya terpancing. Pada akhirnya, memilih menepis dan mencoba untuk tidur.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai travel lights
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Kanisan meyakinkan Nai bahwa rombongan akan baik-baik saja untuk beberapa waktu ke depan. Nai melihat Safa dari jarak beberapa meter. Malam datang, suasana di luar jendela tampak gelap, namun penerangan di bawah sana lebih dari cukup untuk dikatakan terang. Satu-dua lampu moter yang tengah lewat menyilaukan pandangan, warnanya beraneka ragam. Di Kulstar, bintang-gemintang hampir tidak ada bedanya dengan lampu-lampu mooter, bahkan manusia hampir tidak bisa melihat bintang saking terangnya lampu moter.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai travel lights
Baca
+Pustaka
Beyond the Light

Beyond the Light

“Seperti yang Tuan tahu, Tuan Ritchie tidak memiliki satu pun penerangan di rumahnya.” Herreros menganggukkan kepalanya berkali-kali. Ia tahu sekali tentang itu. Ritchie Cleogard adalah pengguna elemen cahaya. Ia tidak membutuhkan alat penerang apapun. Ia hanya perlu menggerakkan sedikit tangannya untuk menciptakan cahaya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai travel lights
Baca
+Pustaka
Black Light

Black Light

Tak cukup sampai disitu, sosok hitam itu masih lanjut mengayunkan sabit besarnya ke arah mobil-mobil lain di sekitarnya. Tak dapat dihindari, kecelakaan beruntun pun terjadi di wilayah tersebut. Sosok hitam itu tersenyum, dengan senyum yang sangat mengerikan. Gesekan dan benturan yang dihasilkan beberapa kendaraan tersebut membuat beberapa mobil terbakar. Bersamaan dengan meluapnya asap dari kecelakaan itu, kristal-kristal jiwa dari korban meninggal melayang bagai kunang-kunang.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai travel lights
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status