Pendekar Tombak Matahari
Gelombang kejut meledak dari tubuhnya, menghancurkan tameng baja yang melindunginya tadi menjadi debu.
Surya berdiri perlahan. Matanya tidak lagi memiliki pupil, hanya ada cahaya putih pijar yang dikelilingi kabut hitam. Ia tidak menggunakan tombaknya, ia hanya melangkah maju. Namun, setiap kali kakinya menyentuh tanah, tanah itu meledak dan memancarkan duri-duri energi hitam yang menusuk siapa pun di sekitarnya.
“Lari! Dia bukan manusia! Dia iblis!” teriak sisa-sisa perwira Jalu Pangguruh.