Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
lanjut dokter, membuka map, “trombosit Elvio masih terus menurun. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah serial sejak kemarin, kemungkinan besar kita perlu melakukan transfusi trombosit besok pagi. Idealnya lebih cepat, kalau kondisinya memungkinkan.”
Arvendra mengangguk pelan. Jantungnya berdegup lebih cepat, tapi wajahnya tetap terjaga.
“Lalu … kabar baiknya apa, Dok?” tanyanya, nyaris mendesak.
“Kabar baiknya, sore tadi ada pendonor yang datang dan mendaftarkan diri secara khusus untuk Elvio. Golongan darahnya sesuai, dan sudah lolos skrining awal. Saat ini proses administrasi dan persiapan apheresis trombosit sedang berjalan melalui PMI,” jelas dokter itu lugas.