Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
A Death Too Cruel, a Mother Unbound

A Death Too Cruel, a Mother Unbound

When the power meter in the house trips, Mom's foster daughter, Juniper Hawthorne, is trapped in the dark for five minutes. Even though I have claustrophobia, Mom locks me in an empty, pitch-black room. "You knew Juniper was terrified of the dark, yet you intentionally shut off the power just to frighten her! I'll teach you how to behave today!" I cry and beg her not to, but all I receive in return is a harsh slap. "Claustrophobia? That's just what happens when a kid grows up too spoiled." Late that night, I sense someone breaking into the house. The first thing I do is to call Mom, a renowned criminal psychologist, for help, only to be yelled at. "You're still really getting into this role just to fight Juniper for attention, aren't you? "Kidnappers, huh? Well, go ahead and die so you'll stop bothering me!" As she wishes, I'm brutally tortured and killed. My body is buried beneath Mom's favorite flowerbed. After I die, my soul is trapped in the body of a cat. All I can do is helplessly circle Mom until five days have passed. The police arrive with a mangled body and request her help in creating a portrait of the killer.
Read
Add to library
Kembang Desa di Lubang Buaya

Kembang Desa di Lubang Buaya

"Jadi, malam ini juga. Kau harus bersiap-siap untuk kuboyong ke rumahku." ucap pak Gondo dengan mata yang jelalatan. "Hah, kenapa? kenapa saya harus ikut dengan Anda?" tukas Wina berontak saat kedua Bodyguard itu mendekati Wina dan memegang kedua tangannya. "Untuk menjadi isteri kelimaku." ucap pak Gondo sambil membalikkan badan dan mengisyaratkan kode pada Bodyguardnya untuk membawa Wina masuk ke mobil. Wina berteriak minta tolong, namun apalah daya? para tetangga yang berjarak sekitar puluhan meter dari kediaman Wina meski mereka mendengar teriakan Wina sekalipun, mereka tak akan berani pada pak Gondo. Lagipula, malam ini hujan masih saja cukup deras, deruan guruh dan kilat bersahut-sahutan di angkasa. Menyamarkan teriakan Wina yang minta tolong. Bersyukur, seorang Pemuda bernama Revan datang menyelamatkan Wina dari cengkraman pak Gondo. Wina berhasil dibawa oleh Revan jauh dari jangkauan pak Gondo. Namun ternyata Revan bukanlah Pahlawan yang diharapkan oleh Wina. Revan ternyata Kaki Tangan dari tuan Darius, yang sudah mengintai Wina sejak lama.
Romansa
807 viewsOngoing
Read
Add to library
Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku

Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku

Di hari pernikahan kami, sahabat masa kecil Marvin yang bernama Yoona mengancam akan melompat dari gedung. Marvin tidak peduli dan tetap ingin melanjutkan acara pernikahan, hingga Yoona benar-benar melompat dari lantai atas. Saat itulah, Marvin benar-benar panik. Sejak saat itu, Marvin meninggalkan dunia fana dan tinggal di sebuah kuil, menjadi seorang pertapa yang dingin dan terpandang. Dengan dalih menebus dosa, dia memaksaku menulis seribu salinan kitab suci dan bersujud di tangga sepanjang seratus meter, hingga perlahan-lahan membunuh anak dalam kandunganku. Di hari aku keguguran, aku mengajukan cerai padanya. Namun, dia berkata bawa apa yang terjadi pada Yoona adalah kesalahan kami berdua dan kami harus menebus dosa itu bersama. Dia menggunakan keluargaku untuk mengancamku, mengikatku di sisinya dan menyiksaku sepanjang hidupku. Saat aku membuka mata lagi, diriku kembali ke hari pernikahan kami. Kali ini, aku memutuskan untuk mendorong Marvin kembali pada Yoona. Dan diriku ... akan menjadi sosok mantan kekasih yang membuatnya benar-benar meninggalkan dunia fana.
Short Story · Romansa
14.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Resetting My Life from His Zero‑Love Game

Resetting My Life from His Zero‑Love Game

On the third day of attempting to conquer Blake Stone's heart, he confesses his feelings to me. But the thing is, the affection meter displayed above his head shows the number "0". After we start dating, Blake pampers me to no end. He even proposes to me in a grand fashion on our sixth year anniversary. With tears in my eyes, I'm about to nod when I see a range of comments floating across my vision. [Blake must be exhausted from all the acting, huh? He has to reel in his disgust and keep up the act with Joanna for six years in order to protect Keira from her.] [That idiotic replacement actually got so immersed in this act! I'm laughing my ass off right now!] It's as though my blood had transformed into ice. No wonder the number never changed throughout the years. At the same time, the system's icy voice rings out in my mind. "The final phase is now activated. The countdown to the time left to conquer your target's heart has started. You have ten days left. If you fail, you'll be wiped out from this world." I just smile as I draw back my hand that was about to wear his ring. Then, I wipe my tears away. "I'm sorry, but I'm sick and tired of this stupid strategy game."
Short Story · Imagination
2.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Penantian Yang Tak Berujung

Penantian Yang Tak Berujung

Michael selalu punya kebiasaan membuatku menunggu. Demi membantu perusahaan suamiku melewati masa sulit, aku yang sedang hamil lima bulan, rela pergi menegosiasikan kerja sama di malam tahun baru. Saat orang-orang di meja makan menyinggung soal suamiku, aku langsung reflek mencari alasan untuk membelanya. Aku bertanya padanya kapan dia datang menjemputku dan Michael malah menyuruhku untuk tunggu sebentar lagi. Nyatanya, dia malah bersembunyi di dalam mobil yang hanya berjarak sepuluh meter dariku, bermesraan dengan gadis yang pernah dia santuni. Sementara aku yang sedang hamil dibiarkan berdiri sendirian di tengah salju. Dalam perjalanan pulang, kami terjebak kemacetan parah. Di saat itulah, aku merasakan ada cairan hangat yang mengalir keluar dari tubuhku. Aku menatapnya untuk meminta tolong, tapi seperti biasa, dia hanya menyuruhku menunggu dan menunggu. Dari pantulan jendela, aku melihat layar ponselnya. Detik berikutnya, aku menyaksikan dengan jelas suamiku sedang santai membuka aplikasi chat untuk melanjutkan streak dengan gadis yang lebih muda. Ternyata nyawaku dan anak kami sama sekali tak ada harganya dibandingkan dengan perbincangan itu. Tepat tengah malam, kembang api tahun baru meledak di langit. Namun kali ini, aku tak akan pernah lagi berdiri di tempat yang sama untuk menunggunya.
Short Story · Romansa
1.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Aku punya sembilan nyawa, dan enam nyawa sudah kuhabiskan untuk Rico. Kali pertama, aku tertimbun dalam longsoran salju saat mencoba menyelamatkannya. Air dari lelehan salju memenuhi mulut dan hidungku. Kali kedua, aku diburu oleh musuhnya dan ditusuk 24 kali hingga tubuhku hancur lebur. Awalnya, dia gemetar dan berjanji tidak akan menyakitiku lagi. Pada kali ketujuh, dia sudah terbiasa dan sengaja menabrakkan mobilnya padaku hanya untuk menyenangkan seorang wanita. "Nyawanya nggak ada harganya. Asal kamu bahagia, dengan senang hati aku suruh dia mati 99 kali." "Kamu mau lihat kematian macam apa lagi? Aku akan mengaturnya sesuai keinginanmu." Aku terhempas sepuluh meter jauhnya seperti baju bekas yang terkoyak. Darah segar mengucur dari mulut dan hidungku. Namun, aku tersenyum dan menghitung dengan jariku. "Dua kali lagi, utang budiku akan terbayar lunas." Rico Sarihan tidak tahu aku hanya punya sembilan nyawa. Setelah aku mati untuk kesembilan kalinya, aku tidak akan kembali lagi. Ironisnya, saat aku benar-benar mati, dia memeluk erat mayatku yang hangus dan berbau busuk itu, tidak mau lepas. Air matanya bercucuran tak terkendali. "Tiara, kumohon bangunlah. Jangan tega begini sama aku. Kelak aku nggak akan biarkan siapa pun menyakitimu lagi." Sayangnya, tidak akan ada lagi seseorang yang menghapus air matanya dengan tangan gemetar berlumuran darah.
Short Story · Romansa
4.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Dendam Anak Angkat

Dendam Anak Angkat

Dean Han
Blurb : “Maaf! A-anda s-siapa?” Kanaya tersentak dengan mata membulat menyadari ia kini berada bersama seorang pria dewasa asing dalam sebuah kamar tertutup yang cukup mewah. Ia mengamati punggung kekar lelaki yang menatap ke luar jendela dan membelakanginya itu dengan tubuh dan bibir gemetar. Lalu, mengamati ranjang ukuran king size tempat ia terduduk sambil mengatupkan lutut. Lelaki itu bergeming sambil menghisap sebuah cigarret di jemari. Tak berselang lama, asap pekat mengepul ke udara, menerpa rambut model under cut-nya. Asap pekat itupun pecah di udara. Kanaya semakin gentar. Ia berupaya mencari jalan untuk bisa keluar dari tempat itu, atau lari dari lelaki misterius yang terlihat menyeramkan itu. Jantungnya berdegub kencang, tubuhnya gemetar. Ia sadar, saat ini ia sedang berada di tempat yang salah dan di dekat orang yang salah. Perlahan ia beringsut dan melangkah ke arah pintu. Namun, di saat yang sama, lelaki itu berbalik dan menatap Kanaya tajam dan dingin yang menikam. Dua netra bulat Kanaya makin membulat sempurna. “Om, siapa?” tanyanya gugup. *** Viona tidak menyangka dibalik kebahagiaannya hidup bersama Dion, ternyata memicu sebuah petaka beruntun yang harus ia hadapi. Api dalam sekam dendam seorang anak angkat yang ia cintai sepenuh hati, membawa Viona pada petaka demi petaka yang membuat ia kembali terpuruk. Kasih sayang yang ia berikan pada Kanaya tidak sedikitpun meredam dendam masa lalu Kanaya pada ibu sambungnya tersebut. Gadis itu berupaya keras memberikan hukuman yang ia pikir setimpal untuk Viona, karena baginya, Vionalah penyebab ia kehilangan kesempatan bersama ibu kandungnya. Kasih sayang yang selama ini ia rasakan dari Viona baginya hanya sebuah kepalsuan dan sandiwara. Sehingga, ia tega menggiring Vion pada petaka. Hingga, akhirnya Viona bertemu dengan seorang lelaki yang terobsesi untuk membunuh Viona secara lahir dan bathin. Mampukah Viona bertahan di antara tekanan peristiwa demi peristiwa menyakitkan itu? Siapakah lelaki yang menjadi monster menakutkan bagi Viona tersebut?
Romansa
102.6K viewsOngoing
Read
Add to library
Terjebak Gairah Sang Cassanova

Terjebak Gairah Sang Cassanova

(21+) Zane melangkah pelan ke arah ranjang. Matanya tajam. “Bukankah aku sudah memperingati mu tadi agar kau melayaniku baik-baik? Tapi apa? Kau terlalu angkuh. Angkuh karena sudah tidur dengan Belvan. Apa kau pikir aku tidak sekuat Belvan di ranjang?" Ia berhenti satu meter dari Valerie. “Menolak aku dua kali, tapi begitu mudah tidur dengan Belvan?” “Tidur dengan tuan Belvan? Saya tidak pernah melakukan itu.”Valerie sampai melengos mendengar perkataan Zane. Bagaimana bisa Zane punya pikiran sepicik itu tentang dirinya. “Bohong,” sahut Zane dingin. “Kau hanya perlu melayaniku malam ini. Ambil uang yang ku beri, dan pergi jauh sebelum Belvan kembali dari Kanada. Valerie menegakkan dagunya."Tuan Zane... dengar kan aku baik-baik. Aku tidak menjual tubuhku. Tidak padamu! Tidak pada tuan Belvan! Dan tidak pada siapapun! Jadi koreksi semua isi kepala mu tentang aku! " Pekik Valerie, muak Zane semakin menghinamu. "Sungguh kau ingin memainkan permainan ini, Valerie? Haruskah aku mengecek sendiri dengan keperkasaan ku kau itu perawan atau tidak? ” Nada suaranya seperti silet. Dengan gerakan kasar, Zane membalikkan tubuhnya. Tangan besarnya menekan punggung Valerie, sementara yang lain meraba tali pengikat. "Kita akan buktikan." Bibirnya menyentuh telinga Valerie, setiap kata dihantarkan dengan getaran yang mengalir langsung ke pangkal pahanya. "Kau itu benar-benar suci atau cuma pura-pura." Kulit Valerie merinding. Bukan hanya dari ketakutan—tapi dari aliran listrik yang menyebar setiap kali nafas Zane menyentuh lehernya. Schlik! Blus belakangnya robek, kulit putihnya tersingkap perlahan seperti hadiah yang dibuka dengan penuh nafsu. "Ternyata..." Jari Zane menelusuri tulang punggungnya, mengikuti lekukannya seperti membaca peta dosa. "...kau menyimpan ini semua di balik kemeja ketatmu."
Romansa
1011.8K viewsCompleted
Read
Add to library
KETTEN DER LUST

KETTEN DER LUST

Ich ging die große Treppe von Dariens Haus hinunter Richtung Küche, trug nichts als sein Hemd. Der Stoff strich über meine Oberschenkel und trug seinen Duft mit sich. Hitze stieg mir bei den Erinnerungen an die letzte Nacht in die Wangen. Wie unersättlich er gewesen war! Plötzlich öffnete sich die Haustür. Ich trat ins Wohnzimmer und erstarrte. "Dad?" Das Wort entfuhr mir voller Unglauben. Mein Vater stand nur wenige Meter entfernt und starrte mich fassungslos an. "Seraphina? Was machst du in Dariens Haus?" Sein Blick glitt über mich... über das Hemd, meine nackten Beine und die Male an meinem Hals. Die Scham traf mich mit voller Wucht. "Ich… ich…," stammelte ich, unfähig, einen Satz zu bilden. Hinter mir erklangen Schritte. Starke Arme legten sich um meine Taille und zogen mich an eine vertraute, breite Brust. Dariens Wärme umfing mich. Seine Lippen streiften meinen Hals. "Guten Morgen, Liebling," murmelte er leise. Dann sagte er ruhig: "Hallo, Vater. Darf ich dir meine Freundin vorstellen... Seraphina Lowell." Seraphina hatte ihr Leben lang mit einem dunklen Geheimnis gelebt: Sie war das uneheliche Kind einer Affäre ihres Vaters und in Schande versteckt worden. Sie lernte früh, keine Fragen zu stellen. Alles, was sie wollte, war Freiheit. Nach dem Studium verfolgte sie ihren Traum und gründete ein Unternehmen... das jedoch über Nacht zusammenbrach. Von ihrer besten Freundin verraten, stand sie plötzlich mit sechzig Millionen Dollar Schulden da. Dann trat Darien Algernon in ihr Leben: kalt, mächtig und gefährlich. Als größter Investor ihrer gescheiterten Firma machte er ihr ein einfaches Angebot: Sechs Monate als seine Geliebte... und ihre Schulden wären getilgt. Ohne Ausweg willigte sie ein.
Romantik
27 viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status