Ibu Anak Sang Miliarder
Eve melemparkannya ke sudut ruangan, dan anjing itu melompat dari tanganku lalu berlari kecil mengejar mainan tersebut.
“Makasih.” Aku tersenyum kepada Eve.
“Sama-sama.” Dia menyeringai dan memberi hormat dengan dua jarinya.
Eve ternyata nggak seperti yang kubayangkan. Pertama, dia lebih muda dari yang kukira; dia terlihat seperti baru lulus kuliah, usianya nyaris di atas dua puluh dua tahun. Dia seperti semburan sinar matahari, penuh semangat dan begitu ceria sampai-sampai kehadirannya bisa membuat sebuah ruangan terasa lebih hidup. Anak-anak langsung menyukainya begitu melihatnya, dan aku mengerti kenapa. Dia begitu menyenangkan dan menggemaskan sampai-sampai dia memicu naluri ‘aku harus m