Greedy
"Jadi, semua yang kamu berikan kepadaku adalah sumbangan dan belas kasihan. Begitu? Kenapa kamu tidak membicarakannya dari awal. Pantas saja, sedari kecil aku mengalami sebuah perbedaan besar, apalagi semenjak kelahiran Rey. Kalian mulai mencampakanku. Ah, tidak. Kecuali Mama. Dia tidak pernah pilih kasih seperti dirimu. Aku selalu mengalah untuk Rey. Tapi Rey? Dia itu egois. Aku yang usaha, Rey yang mendapat pujiannya. Hebat sekali, bukan?"
"Aku tidak pernah pilih kasih Bara," bantah Pak Wijaya.
"Kamu pilih kasih! Kamu pilih kasih! Itulah sebabnya aku membenci Rey, karena dia selalu mendapatkan pujian dan perhatian dari semua orang. Sebenarnya aku tidak mau melakukan semua ini. Tapi, aku te
Chapitres populaires