MENANTU IMPIAN IBU
Hanya bayangan Aziel yang tersisa di benakku, seperti potongan kenangan yang dipaksa menghilang.
Saat aku sadar, ada dua wanita di sisiku. Salah satunya adalah ibuku. Satunya lagi adalah sosok yang tak asing, tapi juga tak terlalu kukenal. Wanita itu memandangiku dengan mata yang penuh kasih, lalu merengkuhku. Aku terbaring di tempat tidur, lemas, tanpa tenaga.
"Sebut aku Ummi, seperti Aziel memanggilku," katanya lembut. Kata-kata itu menghantamku seperti badai.
Bab Populer