Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
"Kalau bukan melacur, ini apa namanya?! Saya jual tubuh saya demi uang!"
"Berbakti."
Satu kata itu membungkamku.
"Ini namanya pengorbanan seorang anak untuk nyawa ibunya," bisik Arjuna tajam. "Kamu menukar masa depanmu, kesucianmu, dan harga dirimu supaya ibumu bisa bernapas besok pagi."
Dia melepaskan cengkeramannya, seolah jijik melihat keraguanku.
"Jangan dramatis. Di luar sana, ribuan orang rela melakukan hal yang jauh lebih hina demi uang yang jauh lebih sedikit. Saya menawarkan kesepakatan bisnis yang adil. Nyawa dibayar dengan nyawa."