MELEPAS BENALU
Papah hanya manggut-manggut mendengar ucapanku.
"Sudah jangan terlalu difikirin, fokus sama masa depan kamu dan Naura saja," ucap Papah.
"Silahkan diminum Pak Edwin," Mamah membawa nampan berisi satu gelas beraroma kopi, juga makanan khas korea dua mangkuk.
Wangi wijen langsung terhirup, membuat perutku berdendang ingin menyantapnya.
"Makasih Mah," sahut Edwin, Mamah menatap sekilas lalu tersenyum simpul.