Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

celetuk Rama yang sudah mengerti dengan percakapan berbahasa Inggris, tetapi belum paham dengan istilah-istilah yang ada. Seketika itu juga, tidak ada yang mengeluarkan suara untuk memberi penjelasan pada Rama. Mereka semua bingung, kalimat tepat seperti apa yang harus dikatakan pada bocah seperti Rama agar bisa dicerna. Beginilah bila bicara masalah dewasa di depan Rama. Bocah itu pasti akan berceletuk dan bertanya tentang hal yang tidak dimengertinya. “Blind date itu bukan buta tanggal.” Intan mencoba menjelaskan sebisanya. “Tapi, ada dua orang bikin janji, tapi belum pernah ketemu.”
9.8410.8K viewsCompletedAdded to Library 10.3K Times as unwitting
Read
+Library
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Mereka duduk melingkar di atas karpet dengan permainan uno di tengah-tengah mereka. "Giliran gue," ujar Dara penuh semangat. Dara mengamati satu per satu balok uno, memilih balok mana yang akan ia ambil agar uno yang sudah tersusun tinggi itu tidak runtuh. Tangan Dara bergerak mengambil salah satu balok di bagian tengah dengan penuh hati-hati. Namun sayang, perkiraan Dara salah. Uno pun runtuh membuat mereka bertiga menjerit dan tertawa kencang.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as unwitting
Read
+Library
Pemuda yang tidak terduga

Pemuda yang tidak terduga

SELAMAT MEMBACA Apa yang sedang di lihat Margareta? Ya, Margareta sedang melihat apa ya? Margareta sendiri saja tidak sadar untuk apa dia mengintip seperti ini, sungguh memalukan, bukankah dia dapat melihat melalui tungku seperti biasanya.
9.7105.3K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as unwitting
Read
+Library
Undefined Hurt

Undefined Hurt

“Kia, jangan bohong, aku tahu kok kamu gak baik-baik aja. Pasti kamu merasa sakit hati ketika mendengar ucapan Arman tadi. Iya, kan?” Kia terdiam. Karen memang selalu bisa memahami isi hatinya. Kia memang tidak dapat mengelak, bila ia juga merasa sakit hati ketika mendengar ucapan Arman mengenai dirinya tadi. “Udah, aku gak apa-apa kok. Percaya sama aku.” Kia tersenyum miris mengakhiri ucapannya. *** Menghinaku tidak berarti kamu lebih tinggi derajatnya daripadaku. Menghinaku justru memberikan bukti, betapa derajatku lebih tinggi daripada kamu.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as unwitting
Read
+Library
Happiness is Unwanted

Happiness is Unwanted

"Apa otakmu sudah tidak bekerja lagi sampai mau menikah dengannya? Terlebih pernikahan mu terkesan dadakan! Kau tidak sedang hamil anaknya kan ?" Ingin rasanya Audy menjahit mulut sahabat nya itu, yang ngomong asal berkicau seperti burung beo. "Apa diotakmu tidak ada alasan lain?" "Oh maaf, hanya itu yang terlintas." "Aku masih waras, tentu saja aku tak mungkin melakukan hal konyol itu. Shinta tertawa pelan, " Syukurlah." Ucapnya menepuk pundak Audy.
9.99.6K viewsOngoingAdded to Library 317 Times as unwitting
Read
+Library
Unexpected Night

Unexpected Night

kata Walt kemudian berjalan cepat keluar dari pintu kamar sebelum Liam memukulnya. Liam membuang napas seraya bangkit membawa paperbag cokelat yang dibawa Walt dari penthouse. Ia masuk ke dalam kamar mandi lalu melepaskan semua pakaiannya dan berdiri di bawah shower, membiarkan air membasahi seluruh tubuhnya sementara Liam menyandarkan kedua tangannya di dinding seraya menundukkan kepala terus memikirkan tentang kehamilan yang disembunyikan Arlene selama dua bulan ini. Ia tak tahu apa yang diharapkan Arlene, gadis itu tak menginginkan anak darinya dan sengaja meminum alcohol untuk menggugurkan janinnya atau memang tidak mengetahui tentang kehamilannya? Bagaimana dengan ekspresi tadi? Ekspres
9.7121.6K viewsCompletedAdded to Library 4.9K Times as unwitting
Read
+Library
WRONG TURN

WRONG TURN

Vincent berkata tanpa aku harus mengutarakannya. Vincent sedang merencanakan sesuatu, aku sangat yakin tentang itu. Dia sedang bermain permainan yang tidak aku ketahui tujuannya. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengantisipasi pria ini. Aku tidak tahu bagaimana harus bertingkah di sekitarnya tanpa menimbulkan kecurigaan karena tampaknya Vincent tahu segalanya. Rencanaku untuk berpura-pura menjadi lemah dan tidak tahu apa-apa untuk membuat Vincent dan seppunya menurunkan kewaspadaan mereka tampak sangat lucu sekang. Aku tidak perlu berpura-pura. Aku merasa sangat terbuka dan lemah sejak Vincent menceritakan bagaimana dia bisa mengenali setiap gerakanku hanya dari satu tatapan.
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 483 Times as unwitting
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status