Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
WITHERED

WITHERED

Mataku terus menatap nanar barisan angka yang terpampang di layar mesin ATM di hadapan, sampai waktu tunggunya habis dan tanganku langsung memencet 'cancel' agar kartu ATM yang tidak pernah kugunakan, keluar. Aku tak perlu bertanya siapa yang memasukkan uangnya ke dalam tabunganku. 'Aku pasti bodoh sekali jika tidak tahu.'
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 496 kali sebagai unwitting
Baca
+Pustaka
Unexpected Night

Unexpected Night

kata Walt kemudian berjalan cepat keluar dari pintu kamar sebelum Liam memukulnya. Liam membuang napas seraya bangkit membawa paperbag cokelat yang dibawa Walt dari penthouse. Ia masuk ke dalam kamar mandi lalu melepaskan semua pakaiannya dan berdiri di bawah shower, membiarkan air membasahi seluruh tubuhnya sementara Liam menyandarkan kedua tangannya di dinding seraya menundukkan kepala terus memikirkan tentang kehamilan yang disembunyikan Arlene selama dua bulan ini. Ia tak tahu apa yang diharapkan Arlene, gadis itu tak menginginkan anak darinya dan sengaja meminum alcohol untuk menggugurkan janinnya atau memang tidak mengetahui tentang kehamilannya? Bagaimana dengan ekspresi tadi? Ekspres
9.7121.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai unwitting
Baca
+Pustaka
Lamaran Tak Terduga

Lamaran Tak Terduga

Itu benar-benar di luar dugaan. Pikirannya kembali ke momen itu. Tatapan Leonard yang tenang, sorot matanya yang sulit ditebak, dan cara bibirnya melengkung tipis sebelum akhirnya mengedipkan sebelah mata dengan begitu santai. Itu bukan wink genit seperti yang sering dilakukan cowok-cowok sok asik di kampus. Wink Leonard... Lebih ke arah jahil, seakan dia tahu itu akan membuat Elvira kesal.
721 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai unwitting
Baca
+Pustaka
Unexpected Married

Unexpected Married

Ucap Mawar. Aca tertawa karena ucapan Mawar. Dia harus berusaha melupakan semuanya. Dia harus bisa menerima semuanya. Dua orang wanita tiba-tiba keluar dari dalam toilet. Pakainya sudah compang-camping tidak keruan. Pipi keduanya memerah seperti kepiting rebus yang sudah matang. Aca dan Mawar sama-sama saling pandang. “Itu enggak salah?” Aca berbisik pelan di telinga Mawar.
10884 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai unwitting
Baca
+Pustaka
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

“Lin—” Suara ketukan pintu menyebabkan Anwar menghentikan ucapannya Ketiga pasang mata yang ada di ruangan, sontak menatap ke arah asal suara. Mas Raga? Lintang membantin dan reflek mengumpat kesal dalam hati. Ia juga tidak mengerti mengapa harus memberi umpatan seperti itu. Yang jelas, semua kejutan hari ini sama sekali tidak Lintang inginkan.
9.8398.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai unwitting
Baca
+Pustaka
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Mereka duduk melingkar di atas karpet dengan permainan uno di tengah-tengah mereka. "Giliran gue," ujar Dara penuh semangat. Dara mengamati satu per satu balok uno, memilih balok mana yang akan ia ambil agar uno yang sudah tersusun tinggi itu tidak runtuh. Tangan Dara bergerak mengambil salah satu balok di bagian tengah dengan penuh hati-hati. Namun sayang, perkiraan Dara salah. Uno pun runtuh membuat mereka bertiga menjerit dan tertawa kencang.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai unwitting
Baca
+Pustaka
Pemuda yang tidak terduga

Pemuda yang tidak terduga

SELAMAT MEMBACA Apa yang sedang di lihat Margareta? Ya, Margareta sedang melihat apa ya? Margareta sendiri saja tidak sadar untuk apa dia mengintip seperti ini, sungguh memalukan, bukankah dia dapat melihat melalui tungku seperti biasanya.
9.7104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai unwitting
Baca
+Pustaka
Undefined Hurt

Undefined Hurt

“Kia, jangan bohong, aku tahu kok kamu gak baik-baik aja. Pasti kamu merasa sakit hati ketika mendengar ucapan Arman tadi. Iya, kan?” Kia terdiam. Karen memang selalu bisa memahami isi hatinya. Kia memang tidak dapat mengelak, bila ia juga merasa sakit hati ketika mendengar ucapan Arman mengenai dirinya tadi. “Udah, aku gak apa-apa kok. Percaya sama aku.” Kia tersenyum miris mengakhiri ucapannya. *** Menghinaku tidak berarti kamu lebih tinggi derajatnya daripadaku. Menghinaku justru memberikan bukti, betapa derajatku lebih tinggi daripada kamu.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai unwitting
Baca
+Pustaka
Happiness is Unwanted

Happiness is Unwanted

"Apa otakmu sudah tidak bekerja lagi sampai mau menikah dengannya? Terlebih pernikahan mu terkesan dadakan! Kau tidak sedang hamil anaknya kan ?" Ingin rasanya Audy menjahit mulut sahabat nya itu, yang ngomong asal berkicau seperti burung beo. "Apa diotakmu tidak ada alasan lain?" "Oh maaf, hanya itu yang terlintas." "Aku masih waras, tentu saja aku tak mungkin melakukan hal konyol itu. Shinta tertawa pelan, " Syukurlah." Ucapnya menepuk pundak Audy.
9.99.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai unwitting
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status