Jatah Malam Untuk Mertua
Sisi laki-laki dalam dirinya langsung bangun sepenuhnya, darahnya berdesir, jantungnya berdegup kencang, dan miliknya yang tadinya hanya setengah tegak kini benar-benar berdiri keras di balik celana pendeknya.
Leo menelan ludah susah payah. Matanya tak bisa lepas dari layar. Rasa ragu yang tadi masih ada langsung lumer, digantikan oleh dorongan nafsu yang tak tertahankan. Dia tahu ini salah, tapi tubuhnya sudah tidak mau mendengar lagi.
"Jadi kita main VCS, Bu?" tanya Leo pelan namun serius, suaranya sudah bergetar karena campuran gugup dan hasrat.